Artikel Populer

Banyak Bersyukur Dan Melakukan Yang Terbaik

Banyak Bersyukur Dan Melakukan Yang Terbaik

Admin Selasa, 22 Agustus 2017 Tulisanku
Banyak Bersyukur Dan Melakukan Yang Terbaik



"Syukuri apa yang ada. Hidup adalah anugerah. Tetap jalani hidup ini. Melakukan yang terbaik."
Jangan Menyerah - d' Masiv


Setiap orang yang terlahir ke dunia ini pasti dalam keadaan telanjang bulat dan tidak ada sehelai benang pun yang menempel di tubuhnya.

Saat terlahir ke dunia pun setiap orang hanya membawa modal dasar yang sama, yaitu sama-sama punya telinga untuk mendengar, mata untuk melihat, hidung untuk bernafas, mulut untuk makan, minum dan berbicara, anggota tubuh seperti tangan dan kaki untuk melakukan sesuatu dan hati untuk merasakan dan memilih.

Ya, modal dasar setiap manusia adalah sama dimanapun manusia itu berada. Ada yang terlahir dari benua Afrika, Eropa, Asia, Amerika dan Australia. Ada yang dilahirkan dengan warna kulit putih, coklat, kuning langsat dan hitam. Ada yang berhidung mancung atau pesek. Ada yang dilahirkan bermata besar, sedang dan sipit. Ada yang berbadan tinggi-besar dan ada yang berbadan pendek-kecil.

Bisakah kita memilih dilahirkan sebagai yang kita inginkan? Dilahirkan bukan sebagai diri kita yang sekarang. Misalnya kita minta dilahirkan dari keluarga kerajaan kaya raya yang bermata biru dan punya hidung yang mancung, padahal kita saat ini terlahir dari kalangan rakyat biasa, bermata hitam yang kebanyakan orang punya mata seperti itu dan punya hidung yang pesek pula.

Atau kita minta dilahirkan dari orang tua yang sudah beriman dan memeluk agama tertentu, misalnya minta dilahirkan dari orang tua yang beragama Islam, atau Kristen, atau Yahudi, atau Budha, atau Hindu, atau dari orang tua yang Atheis (tidak percaya adanya Tuhan).

Atau minta dilahirkan di zamannya para nabi dan rasul utusan Allah, seperti di zamannya Nabi Isa, atau Nabi Musa, atau Nabi Ibrahim, atau Nabi Nuh, atau Nabi Adam sehingga kita bisa menjadi pengikut ajaran yang dibawa para utusan tersebut dan menjadi orang yang beriman atau malah sebaliknya, kita menjadi kaum yang diazab oleh-Nya karena menolak seruan para nabi dan mengingkari pertemuan dengan-Nya.

Atau terlahir di zamannya sebelum Nabi Muhammad Saw dilahirkan atau terlahir di zaman jahiliyah dimana kala itu adalah zamannya kegelapan dan banyak perbuatan buruk serta kerusakan tatanan masyarakat yang masih menyembah berhala, banyaknya perbudakan, membunuh anaknya sendiri dengan menguburkan ke dalam tanah hidup-hidup jika anaknya terlahir sebagai anak perempuan dan perbuatan jahiliyah lainnya.

Atau minta dilahirkan di tahun yang akan datang di saat hari Kiamat terjadi, saat itu usia kita masih bayi dan belum berdosa sehingga kita menjadi calon penghuni surga secara otomatis dan tanpa dihisab oleh-Nya.

Ya, ternyata kita tidak bisa memilih kapan waktunya dilahirkan. Dimana kita dilahirkan. Dan dari orang tua yang mana kita dilahirkan.

Ya, ternyata semua itu adalah keinginan atau perandaian kita semata yang tidak mau mensyukuri atas hidup kita selama ini serta tidak mau tahu untuk apa kita hidup dan untuk apa hidup kita?

Ya, jalani saja hidup ini dengan banyak bersyukur sepenuh hati untuk selalu berupaya melakukan yang terbaik di sisa usia hidup kita di dunia yang hanya sebentar sebagai bekal kita di kehidupan sesungguhnya di akhirat nanti.



Semoga bermanfaat...Wallahu alam bishshawab.

Ditulis @Cileungsi Bogor, 22 Agustus 2017 / 29 Dzul qa'idah 1438 H


Jika artikel ini bermanfaat, sila dibagikan dan marilah kita semua sama-sama belajar dan berproses serta berlomba-lomba dalam menyebarkan pesan kebenaran dan kebaikan kepada seluruh alam.



Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Kontak

Jawa Barat
081807993725 / 08128111963
5667A231
08128111963
heronoor@gmail.com

Jejaring Sosial

© Copyright 2017 Hendro Noor Herbanto. Oleh Webpraktis.com | sitemap