Artikel Populer

Benarkah Al-Quran Diturunkan 17 Ramadan?

Benarkah Al-Quran Diturunkan 17 Ramadan?

Admin Rabu, 14 Juni 2017 Buku Karya Agus Mustofa
Benarkah Al-Quran Diturunkan 17 Ramadan?

Oleh: Agus Mustofa

Alhamdulillah, hari ini kita memasuki hari ke-17 Ramadan. Semoga cahaya Allah semakin menerangi jiwa kita dalam menapaki hari-hari penuh ibadah di bulan yang penuh berkah. Penuh maghfirah. Penuh hikmah. Dan penuh rahmah.

Tujuh belas Ramadan adalah hari yang sangat populer di Indonesia. Sebuah hari yang dikenal sebagai saat-saat turunnya Al Quran: Nuzulul Quran. Meskipun, tentang hal ini banyak kontroversinya. Karena, sejarah pewahyuan Al Quran telah mencatat bahwa kitab suci itu diturunkan berangsur-angsur selama hampir 23 tahun, sepanjang era kerasulan Nabi Muhammad.

Dan bukan hanya sejarah yang mencatat, tetapi juga statement Al Quran sendiri:
Dan Al Quran itu telah Kami turunkan dengan BERANGSUR-ANGSUR agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia. Dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.[Qs. Al Israa (17): 106].

Selain menyebut berangsur-angsur, Al Quran juga menginformasikan bahwa kitab suci itu diturunkan pada bulan Ramadan.
Bulan RAMADAN, (adalah) bulan yang di dalamnya DITURUNKAN Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia. Dan (berisi) penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda. Maka, barangsiapa di antara kamu hadir di bulan itu, hendaklah ia berpuasa di dalamnya.

Jadi mana yang benar? Al Quran turun berangsur-angssur ataukah turun di bulan Ramadan seutuhnya? Bahkan ada yang berpendapat bukan cuma di bulan Ramadan, melainkan jatuh pada tanggal 17 Ramadan. Untuk pendapat yang terakhir ini, ternyata hanya berlaku hanya di Indonesia.

Selama beberapa kali saya ke tanah suci dan sejumlah negara muslim, saya tidak menemui adanya peringatan Nuzulul Quran pada tanggal 17 Ramadan. Ya, ternyata peringatan itu hanya ada di Indonesia. Dimulai sejak zaman Bung Karno. Dikaitkan dengan hari Kemerdekaan RI, tanggal 17 Agustus yang waktu itu jatuh di bulan Ramadan.

Dan kemudian dikaitkan dengan Qs. Al Anfaal (8): jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari FURQAN, yaitu di hari BERTEMUNYA dua pasukan (saat perang Badar). Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Ayat di atas oleh sebagian mufasir dimaknai sebagai turunnya Al Furqan (Al Quran) adalah pada saat terjadinya perang Badar, 17 Ramadan. Tetapi, tafsiran ini dianggap sangat lemah oleh sebagian besar mufasir lainnya. Dan tidak diikuti di berbagai negara muslim. Para mufasir lebih memilih pendapat bahwa Al Quran diturunkan secara berangsur-angsur selama 23 tahun. Sekaligus, diturunkan lagi pada bulan Ramadan tapi bukan tanggal 17.

Yakni, sepanjang Ramadan sesuai tuntunan Qs. 2: 185 di atas. Atau, diturunkan pada malam Al Qadr di akhir-akhir Ramadan dengan merujuk kepada Qs. Al Qadr (97): 1 ~ Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan (Lailatul Qadr).

Lantas bagaimana kita memahami bahwa Al Quran turun selama 23 tahun, tapi juga turun di malam kemuliaan Lailatul Qadr? Penjelasannya ada di Qs. Al Qadr (97): 4 ~ tanazzalul malaaikatu warruuhu fiiha bi idzni rabbihim min kulli amr turun para malaikat dan Jibril atas izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.

Secara nahwu (grammar) bahasa Arab, bentuk kata kerja tanazzalu adalah fiil mudhari alias present tense. Yang menggambarkan para malaikat dan Jibril itu selalu turun di bulan Ramadan sejak zaman dulu sampai kiamat nanti. Ini berbeda dengan kata anzalnahu pada Qs. 97: 1, yang berbentuk fiil madhi (past tense) yang menggambarkan Al Quran sudah diturunkan di masa lalu. Secara berangsur-angsur.

Tapi, di dalam bulan Ramadan Jibril bersama para malaikat selalu turun untuk menyampaikan isi kandungannya kepada orang-orang yang berpuasa sambil mengkaji Al Quran!



Sekilas Penulis:
Bapak Agus Mustofa adalah lulusan teknik nuklir yang menjadi penceramah dan penulis puluhan buku Serial Diskusi Tasawuf Modern yang menjadi best seller.Tulisannya banyak mengambil rujukan dari Al-Qur'an dan juga dengan dunia keilmuan sains dan teknologi.

Buku terbarunya yaitu serial ke-45:

BERBURU MALAM SERIBU BULAN

Z

Diskusi Tasawuf Modern
Agus Mustofa
247 Halaman
ISBN : 978-979-1070-62-1

Pengantar Buku:

Bulan suci Ramadan adalah bulan turunnya Al Qur'an. Di sebuah malam penuh kemuliaan, yang hikmahnya bernilai lebih dari seribu bulan.

Itulah saat jutaan malaikat turun ke Bumi mengiringi sang malaikat Jibril - RUH Al Qudus - membawa hikmah-hikmah RUH Al Qur'an, bagi para pelaku puasa yang telah mencapai kualitas RUH Al Insan.

Sambutlah pesta kemenangan penuh kemuliaan di akhir bulan Ramadan itu. Dan dapatkan penjelasannya di buku terbaru karya Agus Mustofa, dtm 45: BERBURU MALAM SERIBU BULAN.


Info Selanjutnya:
Hendro - 08128111963 (WA)

Serial lainnya:

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Kontak

Jawa Barat
081807993725 / 08128111963
5667A231
08128111963
heronoor@gmail.com

Jejaring Sosial

© Copyright 2017 Hendro Noor Herbanto. Oleh Webpraktis.com | sitemap