Artikel Populer

Berani Untuk Bermimpi

Berani Untuk Bermimpi

Admin Selasa, 27 Oktober 2015 Tulisanku
Berani Untuk Bermimpi

Berani Untuk Bermimpi
Oleh: Hendro Noor Herbanto

Kita terlahir di dunia ini mempunyai modal yang sama oleh Allah. Sama-sama punya dua buah mata untuk melihat, dua buah telinga untuk mendengar, satu hidung dengan dua lubangnya untuk bernafas, satu mulut untuk makan, minum dan berbicara, dua buah tangan untuk menulis, memegang suatu benda atau melakukan tindakan dan dua buah kaki untuk berjalan. Punya otak yang sama untuk berfikir, serta punya hati untuk memilih dan merasakan.

Waktunya-pun berjalan dengan periode yang sama. Sama-sama sehari semalam dalam 24 jam. Seminggunya ada tujuh hari. Sebulannya ada 30 hari. Setahunnya ada 365 hari.

Tempat tinggalnya-pun sama. Sama-sama di planet bumi yang berotasi dan berevolusi. Sama-sama memiliki satelit bumi yaitu bulan. Sumber energinya pun sama yaitu matahari. Buminya pun punya langit yang sama yang dihiasi milyaran bintang-bintang.

Tetapi kenapa dengan modal yang sama itu ada manusia yang sukses dan ada yang gagal dalam hidupnya. Kenapa sebagian manusia bisa sukses dan yang lain tidak? Karena mereka yang sukses menggunakan cara dan usaha yang lebih dibandingkan yang gagal. Mereka menggunakan modal yang diberikan Allah itu dengan benar serta memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Yang menentukan kesuksesan hidup kita bukanlah orang lain, tetapi diri kita sendirilah yang paling berperan.

Untuk itu mulailah berimajinasi sebelum bermimpi. Berimajinasi berbeda dengan bermimpi. Jika bermimpi terjadi pada saat kita tidur atau di alam bawah sadar kita, maka berimajinasi terjadi pada saat kita terjaga atau di alam sadar kita.

Ketika kita kecil sering sekali bermain dan berimajinasi tanpa batas, contohnya ingin jadi superman yang bisa terbang. Modalnya hanya sarung yang diikat di leher, kemudian kita membayangkan kita bisa terbang seperti Superman.

Ingin seperti Zorro pun demikian mudahnya, tinggal ambil sapu sebagai kudanya, pakai topeng lalu sarung dan pedang-pedangan dan jadilah Zorro yang siap membela yang lemah. Ya anak-anak kecil yang suka berimajinasi dengan mudahnya, tinggal membayangkan saja.

Kadang kita pernah mendengar orang tua yang melarang anaknya melakukan ini dan itu, tidak boleh menyentuh ini dan itu, dan larangan lainnya. Ternyata larangan tersebut menurut penelitian menyebabkan kreatifitas dan daya imajinasi anak menurun.

Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia anak, serta ketika si anak mulai masuk dunia sekolah dasar, menengah dan atas, penurunan tersebut persentasenya bertambah besar. Bahkan bukan tidak mungkin ketika kita sudah memasuki dunia kerja, kita hanya memiliki sisa-sisa imajinasi sebesar 10% sampai 25% saja.

Seharusnya kita bisa melakukan seperti anak taman kanak-kanak yang lebih banyak porsi bermain daripada belajar. Janganlah banyak dilarang yang bisa membunuh kreatifitas dan imajinatif anak. Larangan-larangan yang diucapkan berulang kali akan tersimpan di pikiran bawah sadar kita, kemudian bisa mengakibatkan kita takut melakukan apa saja, takut berimajinasi dan takut bermimpi.

Dampak dari imajinasi akan sangat besar bagi kehidupan kita bila dilakukan menjelang tidur atau sesaat setelah bangun tidur. Pada saat seperti itu manusia berada pada kodisi antara sadar dan tidak sadar. Apapun yang kita imajinasikan akan tertanam dalam pikiran bawah sadar kita.

Jadikan tidur itu sebagai latihan. Karena semakin banyak berlatih berimajinasi maka:
1. Otak akan terlatih untuk tidak hanya melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya rutin.
2. Berimajinatif adalah kegiatan yang lebih banyak menggunakan otak kanan, sehingga kita bisa menggunakan otak kanan dan otak kiri secara seimbang.
3. Daya imajinatif itu merupakan akar bagi penciptaan mimpi-mimpi (dream) yang ingin kita raih.

Tentu kita tidak mau menjadi orang yang biasa-biasa saja, kita harus menjadi orang yang luar biasa yang bisa berimajinasi dan meraih mimpi-mimpi, semudah menunjuk bintang di langit yang tinggi.

Jangan takut akan ketinggian, karena gunung yang tinggi harus dicapai dengan bersusah payah untuk mendakinya. Bertemu sungai yang deras, batuan yang terjal, jurang yang curam, atau bertemu binatang buas. Semua itu harus kita lalui jika ingin mencapai puncak gunung tersebut.

Semua itu harus dimulai dengan langkah pertama, dan dilanjutkan langkah kedua, ketiga, ke empat dan seterusnya sampai langkah ke 10.000 kali baru kita bisa sampai di tempat yang kita inginkan, yaitu mimpi yang menjadi kenyataan.

Jadi mulailah melangkah dan jangan ragu apalagi berhenti mengejar mimpi. Karena mimpi tidak bisa kita raih jika kita hanya berdiam diri dan hanya sebatas mimpi saja. Dan impian yang sesungguhnya ternyata ada di kehidupan nyata, bukan pada saat kita tidur.

Ya, seperti lagu saya berikut ini, semoga bisa menginspirasi kita semua supaya bisa berani untuk bermimpi.

Berani Untuk Bermimpi
By. Hendro Noor Herbanto

Berani untuk bermimpi
Tunjuk bintang di langit
Singsingkan lengan baju
Mulai dengan langkah satu
Kegagalan hal biasa
Teruslah selalu mencoba
Hadapi segala rintangan
Yang akan datang menghadang

Bridge:
Jangan ragu dan berhenti
Tetap melangkah dengan langkah pasti!
Maju dan semakin laju
Melompatlah lebih tinggi
Menggapai semua cita dan harapan
Reff:
Tetap, tetap semangat....
Pantang, pantang menyerah....
Raih, raih impian....
Hasil, hasil gemilang
-------

Jadi, beranilah untuk bermimpi!
Just do it! Ya itu saja

Semoga bermanfaat. Wallahu alam bishshawab


Salam hangat,Hendro Noor Herbanto
(Penulis-Komposer-Pencipta Lagu)

Ditulis @ Cileungsi Bogor - Indonesia16 Februari 2015

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Kontak

Jawa Barat
081807993725 / 08128111963
5667A231
08128111963
heronoor@gmail.com

Jejaring Sosial

© Copyright 2017 Hendro Noor Herbanto. Oleh Webpraktis.com | sitemap