Artikel Populer

Damai 212 Dalam Harmoni Semesta Bertasbih

Damai 212 Dalam Harmoni Semesta Bertasbih

Admin Sabtu, 03 Desember 2016 Tulisanku
Damai 212 Dalam Harmoni Semesta Bertasbih

Pada Aksi Super Damai Jilid III yang berlangsung hari Jum'at (2/12/2016) yang lalu atau lebih dikenal dengan istilah 212 yang merupakan tanggal dan bulan digelarnya aksi tersebut, ada yang menarik perhatian saya yaitu sehari sebelum dilangsungkannya acara akbar tersebut yaitu dengan hadirnya pelangi di langit sore di sekitar Monumen Nasional (Monas).

Seperti yang diberitakan di berbagai media bahwa tujuh warna pelangi itu menampakkan dirinya namun berlangsung tidak terlalu lama pada Kamis sore (1/12/2016).

Saat pelangi terjadi, warna-warninya membuat kita semua jatuh hati. Tidak heran, pelangi banyak menginspirasi, mulai dari dijadikan kue, busana, lagu dan masih banyak lagi.

Pelangi dapat terbentuk jika sinar matahari yang berwarna putih dibiaskan oleh rintik air hujan menjadi tu7uh spektrum warna, yaitu: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu atau kita sering menyebutnya dengan istilah mejikuhibiniu.

Fenomena terjadinya pelangi menandakan kebesaran Tuhan atas ciptaan-Nya yang terdapat di langit dan di bumi dan apa yang ada diantara keduanya bahwa Allah menciptakan ini semua dengan kebenaran (haq).

Seperti penciptaan nada musik oleh-Nya yang juga berjumlah tu7uh nada: do, re, mi, fa, sol, la, dan si. Setiap orang di seluruh dunia yang sedang berbicara atau sedang mendengarkan musik, atau sedang menyanyikan lagu gembira maupun sedih, atau sedang memainkan alat musik, pasti menggunakan ke tu7uh nada tersebut secara berulang-ulang. Inilah yang dinamakan kebenaran di dalam penciptaan suara.

Adakah penciptaan lainnya yang juga berjumlah tu7uh yang sudah kita rasakan dan alami?

Bagi yang sudah pernah pergi ke Tanah Suci untuk melakukan ibadah umroh atau haji, pasti pernah melakukan ibadah sa'i dan thawaf. Berapa kalikah jumlahnya sa'i dan thawaf itu? Ya, pasti berjumlah tu7uh kali yaitu berlari-lari kecil dari bukit Safa ke bukit Marwa untuk sa'i dan mengelilingi Ka'bah untuk thawaf. Inilah yang dinamakan kebenaran di dalam ibadah umroh/haji.

Di dalam shalat wajib yang lima waktu atau di dalam shalat sunah, ternyata tu7uh yang berulang juga ada di setiap rakaat shalat. Ya, yang dimaksud adalah bacaan surat Al-Fatihah yang menurut Al-Quran sebagai tu7uh ayat yang dibaca berulang-ulang. Inilah yang dinamakan kebenaran di dalam ibadah shalat.

QS. Al-Hijr (15): 87
Dan sungguh, Kami telah memberikan kepadamu TU7UH (ayat) yang (dibaca) berulang-ulang dan Al-Qur'an yang agung.

Di dalam hari-hari yang sudah, sedang dan akan kita lalui pun tu7uh yang berulang selalu ada. Terdiri dari nama-nama hari berikut ini: minggu, senin, selasa, rabu, kamis, jum'at dan sabtu yang dirangkum dengan sebutan seminggu. Inilah yang dinamakan kebenaran di dalam penciptaan hari.

Bumi yang kita pijak dan langit yang dekat (atmosfer) yang ada di atasnya menaungi kita semua, dan menurut Al-Quran keduanya juga berjumlah tu7uh.

QS. At-Talq (65): 12
Allah yang menciptakan TU7UH langit dan dari (penciptaan) bumi juga serupa. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, dan ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu.

Mereka berdua (langit dan bumi) bersinergi menghasilkan proses terjadinya hujan sebagai rahmat bagi semua makhluk yang hidup di bumi.

QS. Al-Baqarah (2): 164
Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, kapal yang berlayar di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia, apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air (hujan), lalu dengan itu dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering), dan Dia tebarkan di dalamnya bermacam-macam binatang, dan perkisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh, merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti.

Bayangkan jika semua air yang ada di bumi menguap ke atas akibat penyinaran matahari yang sangat kuat, lalu tidak ada lapisan atmosfir (langit dekat) yang menahannya di udara, maka dapat dipastikan seluruh air sungai dan air laut di bumi akan habis karena melayang-layang di angkasa luas. Inilah yang dinamakan kebenaran di dalam penciptaan langit dan bumi.

Maha Suci Allah, yang telah menciptakan semua ini dengan kebenaran (haq).

QS. An-Nahl (16): 3
Dia menciptakan langit dan bumi dengan kebenaran. Mahatinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan.

Sehari sebelum aksi damai 212, Allah telah memperlihatkan tanda-tanda Kebesaran-Nya dan memulainya dengan keindahan dalam bentuk warna pelangi sebagai perlambang bahwa perbedaan suku, agama, ras dan antar golongan yang ada di bumi Indonesia adalah rahmat atau kasih-Nya untuk seluruh rakyat Indonesia agar tetap menjaga utuh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Dan di saat hari aksi damai 212 berlangsung, Allah kembali memperlihatkan semua ciptaan-Nya (langit, bumi, hujan, sa'i, thawaf, hari dan shalat) untuk taat, tunduk dan berserah diri dengan bertasbih memuji-Nya dalam sinergi semesta yang damai.

Berjuta-juta orang membanjiri Monas sambil bersuara mengumandangkan kebesaran-Nya. Lalu langit dan bumi bersinergi menghasilkan air yang turun dari langit guna membasahi bumi agar jutaan orang yang ada di Monas dan sekitarnya merasa sejuk dan ikut bertasbih bersama semesta membentuk lingkaran layaknya ibadah thawaf pada haji, dimana Monas sebagai perlambang dari angka Satu atau huruf Alif.

Akhirnya aksi damai benar-benar berlangsung super damai dengan hadirnya Presiden RI ke tu7uh yaitu bapak Jokowi beserta jajarannya yang berbaju putih kemudian berjalan kaki dengan payung warna biru dari Istana Negara menuju Monas di bawah guyuran hujan lebat untuk melaksanakan shalat Jum'at berjamaah bersama-sama para ustadz, TNI, Polri dan jutaan umat Islam dari seluruh pelosok tanah air dalam harmoni semesta bertasbih.

Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya. Dari pelangi, lalu diteruskan dengan sinergi langit dan bumi untuk menurunkan hujan di hari jum'at yang penuh keberkahan, kemudian perlambang ibadah sa'i adalah secara bersama-sama dari ratusan sampai dengan jutaan orang serentak berjalan kaki menuju Monas untuk melakukan thawaf dan diakhiri dengan ibadah shalat Jum'at yang dilakukan dalam hari bersejarah yang akan selalu dikenang sepanjang masa dalam hari yang super damai, yaitu: 212.

Kita semua bersaudara. Sama-sama mendiami bumi Indonesia yang subur dan makmur. Mari hilangkan rasa kebencian dan prasangka buruk terhadap sesama yang berbeda dengan kita. Budayakan sikap toleransi dan pikiran positif untuk menghargai setiap perbedaan yang ada.

Semua ciptaan Tuhan yang terhampar di langit dan di bumi seperti matahari, bulan, hari, bintang-bintang, hujan, binatang, tumbuhan, air, api, tanah dan udara pun tidak pernah membeda-bedakan pengabdian dirinya hanya untuk orang tertentu saja, atau hanya untuk orang muslim saja dan yang bukan muslim tidak dikasih, atau hanya untuk negara Indonesia saja dan yang selain negara Indonesia tidak dikasih. Semua dikasih oleh mereka secara cuma-cuma tanpa mengharapkan imbalan apapun dari kita.

Mereka semua hanya ingin memberikan yang terbaik dari apa yang ada pada diri mereka untuk kebenaran, kebaikan dan kemanfaatan bagi semua manusia di bumi Indonesia khususnya dan yang berada di seluruh dunia pada umumnya tanpa terkecuali dan tanpa membeda-bedakan status, suku, agama, ras dan antar golongan.

Semoga selalu damai Indonesia-ku. Semoga dengan semua perbedaan yang ada tidak membuat kita tercerai-berai. Perbedaan adalah rahmat dari-Nya yang membuat semua ini menjadi lebih indah dan berwarna seperti warna pelangi.


Semoga bermanfaat.wallahu alam bishawab.

HNH
Ditulis @Cileungsi Bogor, 03 Desember 2016 / 03 Rabi'ul Awwal 1438 H

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Kontak

Jawa Barat
081807993725 / 08128111963
5667A231
08128111963
heronoor@gmail.com

Jejaring Sosial

© Copyright 2017 Hendro Noor Herbanto. Oleh Webpraktis.com | sitemap