Artikel Populer

Dan Basmalah-Pun Terbang Ke Negeri Saba

Dan Basmalah-Pun Terbang Ke Negeri Saba

Admin Selasa, 14 Februari 2017 Tulisanku
Dan Basmalah-Pun Terbang Ke Negeri Saba

Allah adalah Tuhan yang menciptakan semesta alam ini bukan dengan main-main, melainkan dengan tujuan yang benar.

QS. Al-Jatsiyah (45): 22
Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar, dan agar setiap jiwa diberi balasan sesuai dengan apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dirugikan.

Kali ini kita sama-sama belajar tentang hikmah yang diceritakan di dalam Al-Qur'an tentang Ratu Bilqis dari kerajaan Saba' yang sebelumnya kafir menjadi beriman kepada Allah dengan berserah diri bersama Nabi Sulaiman melalui perantaraan tulisan "Basmallah" yang dibawa oleh burung Hud-hud.

Kalimat Basmallah mempunyai arti 'Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang'. Kalimat ini selalu kita ucapkan setiap kita akan melakukan usaha. Di setiap rakaat shalat pun kita selalu membacanya karena kalimat tersebut ada di ayat pertama surat Al-Fatihah yang menjadi induknya Al-Quran.

QS. Al-Ftihah (1): 1
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

QS. Al-Hijr (15): 87
Dan sungguh, Kami telah memberikan kepadamu tujuh (ayat) yang (dibaca) berulang-ulang (surat Al-Fatihah) dan Al-Qur'an yang agung.

Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw agar nabi menyampaikannya kembali dengan jelas kepada seluruh umat manusia yang ada di muka bumi agar mau beriman dan berserah diri melalui diskusi dan tanpa paksaan serta kekerasan.

QS. Saba` (34): 28
Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

QS. Ar-Ra'd (13):1-2
Alif Lam Mim Ra. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al-Qur'an). Dan (Kitab) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu itu adalah benar; tetapi kebanyakan manusia tidak beriman (kepadanya).

Bisa saja Allah memaksa siapapun orangnya untuk menjadi beriman dan memberikan petunjuk, tetapi Allah tidak menghendaki demikian.

QS. Ar-Ra'd (13): 31
Dan sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang dengan itu gunung-gunung dapat digoncangkan, atau bumi jadi terbelah, atau orang yang sudah mati dapat berbicara, (itulah Al-Qur'an). Sebenarnya segala urusan itu milik Allah. Maka tidakkah orang-orang yang beriman mengetahui bahwa sekiranya Allah menghendaki (semua manusia beriman), tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya....

Allah menghendaki manusia menjadi beriman dengan kesadarannya sendiri, dengan mengamati dan menyaksikan (ber-syahadat) atas informasi yang ada di dalam Kitab Suci maupun yang ada di alam sekitarnya berupa alam semesta yang terdapat di langit dan di bumi serta apa yang ada diantara keduanya, termasuk apa yang ada pada diri manusia itu sendiri.

Tahukah Anda, siapa yang pertama kali menuliskan kalimat Basmalah?

Sebelum Al-Quran turun, kalimat Basmallah-pun ternyata sudah diturunkan Allah kepada Nabi Sulaiman, agar ia menuliskan dan menyampaikan kembali kepada Ratu Bilqis dari kerajaan Saba yang awalnya kafir tidak menyembah Allah tetapi menyembah matahari.

Dikisahkan dalam Al-Qur'an bahwa saat Nabi Sulaiman mengumpulkan bala tentaranya yang terdiri dari jin, manusia dan burung, lalu mereka berbaris dengan tertib, kemudian Nabi Sulaiman mulai memeriksa mereka satu persatu. Saat Nabi Sulaiman tiba di barisan para burung, dia berkata, "Mengapa aku tidak melihat burung Hud-hud, apakah ia termasuk yang tidak hadir?"

Kemudian dia kembali berkata, "Jika ia (burung Hud-hud) datang kepadaku dengan alasan yang tidak jelas dan tidak masuk akal, pasti akan kuhukum ia dengan hukuman yang berat atau kalau perlu akan kusembelih!"

Tidak lama kemudian burung Hud-hud datang dan menjelaskan mengapa ia terlambat, lalu berkata, "Aku telah mengetahui sesuatu yang belum engkau ketahui. Aku datang kepadamu dari negeri Saba' membawa suatu berita yang meyakinkan."

Sambil mengatur kembali nafasnya yang terengah-engah setelah terbang jauh, ia kemudian melanjutkan ceritanya, "Sungguh, kudapati ada seorang perempuan yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta memiliki singgasana yang besar. Lalu aku dapati dia dan kaumnya menyembah matahari, bukan kepada Allah; dan setan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan buruk mereka, sehingga menghalangi mereka dari jalan Allah, maka mereka tidak mendapat petunjuk."

Setelah mendengar kesaksian burung Hud-hud, Nabi Sulaiman lalu berkata, "Akan kami lihat, apa kamu mengatakan hal yang benar, atau kamu termasuk yang berdusta".

Kemudian Nabi Sulaiman menuliskan suatu kalimat dan memerintahkan burung Hud-hud untuk membawanya lalu berkata, "Jatuhkanlah surat ini kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan."

Pergilah burung Hud-hud kembali ke Negeri Saba'. Setelah sampai di sana, ia menjatuhkan surat tersebut tepat di depan Ratu Bilqis yang sedang berjalan seorang diri di taman istana. Diambilnya surat itu, kemudian membukanya, lalu membacanya dan berkata dalam hati, "Oh alangkah indah dan mulianya isi surat ini. Aku harus sampaikan surat ini kepada para pembesar istana."

Setelah para pembesar dikumpulkan di ruang pertemuan istana, Ratu Bilqis berkata, "Wahai para pembesar! Sesungguhnya telah disampaikan kepadaku sebuah surat yang muliadari Raja Sulaiman,yang isinya, "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." Kemudian ia teruskan membaca surat itu, "Janganlah engkau berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri."

Ratu Bilqis adalah ratu yang sangat bijaksana dan selalu melibatkan para pembesar istana untuk meminta pertimbangan dan nasihat mereka sebelum ia memutuskan suatu perkara. Ia berkata, "Wahai para pembesar! Berilah aku pertimbangan dalam perkaraku ini. Aku tidak pernah memutuskan suatu perkara sebelum kamu hadir dalam majelisku."

Lalu para pembesar menjawab, "Kita memiliki kekuatan dan keberanian yang luar biasa untuk berperang, tetapi keputusan tetap berada di tanganmu; maka pertimbangkanlah apa yang akan engkau perintahkan."

"Sesungguhnya raja-raja apabila menaklukkan suatu negeri, mereka tentu membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang awalnya mulia menjadi hina; dan mungkin demikian yang akan mereka perbuat terhadap kerajaan kita ini", kata Ratu Bilqis.

Kemudian ia memutuskan, "Dan sungguh, aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan membawa hadiah, dan aku akan menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh para utusan itu."

Setelah dirasa cukup semua keterangan yang didapat, akhirnya pulanglah burung Hud-hud dan menceritakan kembali kepada Raja Sulaiman tentang apa saja yang telah ia dengar sebelum utusan dari kerajaan Saba' datang.

Maka ketika para utusan itu sampai kepada Raja Sulaiman, dia berkata, "Apakah kamu akan memberi harta kepadaku? Apa yang Allah berikan kepadaku lebih baik daripada apa yang Allah berikan kepadamu; tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu. Kembalilah kepada mereka! Sungguh, Kami pasti akan mendatangi mereka dengan bala tentara yang mereka tidak mampu melawannya, dan akan kami usir mereka dari negeri Saba' secara terhina dan mereka akan menjadi tawanan yang hina dina."

Setelah para utusan tiba di kerajaan Saba' dan menemui Ratu Bilqis serta menyampaikan apa yang Raja Sulaiman katakan, tahulah sang ratu bahwa kerajaan Saba' tidak ada apa-apanya dibandingkan apa yang ada pada kerajaan Sulaiman maupun apa yang ada pada diri seorang Raja Sulaiman yang tidak cinta dunia dengan bukti ditolaknya hadiah yang ia berikan.

Kerajaan Sulaiman lebih besar dan sangat kuat baik dari sisi kekayaan maupun kekuasaannya termasuk pasukannya yang terdiri dari golongan manusia, jin dan burung. Itulah karunia Allah, Tuhan seluruh alam.

Ya, sang ratu pun tersadarkan akan kekeliruannya selama ini. Matahari yang dahulu ia sembah dan dikiranya tuhan selain Allah karena telah memberikan kemakmuran dan kesuburan bagi kerajaan dan rakyat negeri Saba', ternyata juga ciptaan Tuhan seluruh alam. Ia telah tertipu oleh angan-angan kosong yang dibuat setan.

Akhirnya Ratu Bilqis bertobat karena telah berbuat zalim kepada dirinya sendiri dan berjanji untuk hanya beriman kepada Allah. Lalu ia memilih untuk menyerahkan diri kepada Raja Sulaiman untuk bersama-sama berserah diri kepada Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

QS. An-Naml (27): 44
Dikatakan kepadanya (Balqis), "Masuklah ke dalam istana." Maka ketika dia (Balqis) melihat (lantai istana) itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya (penutup) kedua betisnya. Dia (Sulaiman) berkata, "Sesungguhnya ini hanyalah lantai istana yang dilapisi kaca." Dia (Balqis) berkata, "Ya Tuhanku, sungguh, aku telah berbuat zalim terhadap diriku. Aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan seluruh alam."

Ya, Allah-lah satu-satunya Tuhan yang bisa memberikan petunjuk-Nya berupa "Kalimat Basmallah" yang dibawa terbang oleh burung Hud-hud. DIA-lah cahaya di atas cahaya yang menunjukkan dari gelapnya malam menjadi terang benderang. DIA lebih mengetahui siapa saja yang ingin keluar dari jalan kesesatan menuju jalan yang lurus. Dan hanya Allah-lah yang dapat mengeluarkan seseorang dari kekafiran menjadi berserah diri hanya kepada Allah, Tuhan seluruh alam.

QS. An-Naml (27): 43
Dan kebiasaannya menyembah selain Allah mencegahnya (untuk beriman dan menjadi muslim), sesungguhnya dia (Balqis) dahulu termasuk orang-orang kafir.

#YouTube: Raisa - Dengan Menyebut Nama ALLAH (Cover Version)



Semoga bermanfaat...Wallahu alam bishshawab

Salam hangat,
HNH

Ditulis @ Cileungsi Bogor - Indonesia, 14 Februari 2017 / 17 Jumadil Ula 1438 H

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Kontak

Jawa Barat
081807993725 / 08128111963
5667A231
08128111963
heronoor@gmail.com

Jejaring Sosial

© Copyright 2017 Hendro Noor Herbanto. Oleh Webpraktis.com | sitemap