Artikel Populer

Dan Bulan Pun Terbelah

Dan Bulan Pun Terbelah

Admin Selasa, 05 September 2017 Tulisanku
Dan Bulan Pun Terbelah



Saat (hari Kiamat) semakin dekat, bulan pun terbelah. [QS. Al-Qamar (54): 1]

Malam tanggal 5 September 2017 adalah malam bulan purnama, tepat di tanggal 14 Dzulhijjah 1438 H. Bulan Dzulhijjah adalah bulan terakhir pada penanggalan hijriyah dimana kurang lebih 15 hari kedepan penanggalnya sudah berganti menjadi tanggal 1 Muharram 1439 H.

Mari kita simak dan renungkan tulisan berikut, sebagai pengingat bahwa kematian atau hari kiamat sudah semakin dekat dengan kita yang ditandainya dengan "bulan yang terbelah!"

Selengkapnya:

Seringkali Allah membuat berbagai perumpamaan di dalam Al-Qur'an kepada kita semua agar kita mau memperhatikan semua ciptaan-Nya yang terdapat di langit dan di bumi serta apa yang ada diantara keduanya agar kita semua mendapatkan pelajaran.

Kali ini kita sama-sama belajar tentang satelitnya Bumi yaitu "Bulan" yang dengan peredarannya mengelilingi Bumi menjadikan Bulan sebagai salah satu perhitungan waktu bagi semua manusia dimanapun ia berada selain Matahari.

QS. Ar-Rahmaan (55): 5
Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan,

QS. Al-An'aam (6): 96
Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketetapan Allah Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui.

Jumlah Bulan menurut Allah berjumlah 12 dan di antaranya ada empat bulan haram.

QS. At-Taubah (9): 36
Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah DUA BELAS BULAN, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan Bumi, di antaranya ada EMPAT BULAN HARAM. Itulah (ketetapan) agama yang lurus,....

Selain ayat-ayat di atas yang berbicara tentang bulan, ternyata di dalam Al-Qur'an ada satu surat yang dalam bahasa Indonesia berarti "Bulan", yaitu surat Al-Qomar yang berada di urutan surat ke-54 dan terdiri dari 55 ayat.

Surat Al-Qomar termasuk ke dalam golongan surat Makkiyah dan surat ini dimulai dengan peringatan dari Allah bagi semua umat manusia tentang sudah dekatnya hari Kiamat yang ditandai dengan terbelahnya bulan.

QS. Al-Qamar (54): 1
Saat (hari Kiamat) semakin dekat, bulan pun terbelah.

Hari Kiamat adalah hari yang sungguh berat bagi siapapun orangnya yang tidak percaya akan datangnya hari yang telah dijanjikan oleh-Nya. Di hari Kiamat nanti, semuanya akan hancur lebur alias alam semesta berupa langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya akan menemui kehancurannya, termasuk semua umat manusia yang serentak akan merasakan mati.

Berulang kali diinformasikan di berbagai surat dalam Al-Qur'an, termasuk di dalam surat Al-Qomar bahwa siapapun orangnya ataupun kaum-kaum yang tidak mau beriman dan mendustakan hari Kemudian, dimana para utusan-Nya yaitu para nabi dan rasul, sudah mengajak kepada jalan yang lurus yaitu dengan membawa berita gembira dan memberi peringatan akan datangnya azab dari-Nya, tetapi kaum-kaum tersebut tetap berpaling ke belakang, tidak mau beriman dan mendustakan hari Kiamat.

Berikut kaum-kaum yang dibinasakan oleh Allah dengan azab yang pedih:
  • Kaum Nabi Nuh yang dibinasakan dengan banjir besar.
  • Kaum 'Ad di masa Nabi Hud yang dibinasakan dengan suara yang mengguntur.
  • Di masa Nabi Saleh ada kaum Tsamud yang dibinasakan dengan gempa bumi.
  • Kaum Lut dibinasakan dengan dihujani hujan batu di masa Nabi Lut.
  • Raja Fir'aun yang mengaku sebagai tuhan selain Allah dan kaumnya yang dibinasakan dengan ditenggelamkan di laut melalui perantaraan mukjizat tongkat Nabi Musa.

Di surat Al-Qomar, ada empat ayat yaitu ayat ke 16, 18, 21 dan 30 yang kalimatnya berbunyi sama yaitu memperingatkan tentang azab-Nya yang sungguh dahsyat terjadinya, seperti yang dialami oleh kaum-kaum di atas: fa kaifa kaana 'azaabii wa nuzur - maka betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku!

Nabi terakhir adalah Nabi Muhammad Saw yang diutus juga sebagai pembawa kabar gembira dan membawa peringatan kepada umat-umatnya, sebagai kaum terakhir yang hidup di muka bumi ini sebelum hari Kiamat tiba.

Kapankah datangnya hari Kiamat atau saat terbelahnya bulan kelak? Tidak ada seorangpun yang tahu kapan tibanya hari yang Besar (Kiamat) itu? Hanya Allah sajalah yang tahu kapan terjadinya.

QS. Al-A'raaf (7): 187
Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang Kiamat, "Kapan terjadi?" Katakanlah, "Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi, tidak akan datang kepadamu, kecuali secara tiba-tiba." Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya pengetahuan tentang (hari Kiamat) ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."

Bisa jadi waktunya masih jauh atau sudah sedemikian dekatnya. Sudahkah kita mempersiapkan diri dengan bekal yang cukup (beriman dan beramal kebaikan sebanyak-banyaknya), sebelum kiamat kecil (kematian) datang menjemput, jika misalnya hari Kiamat belum terjadi pada diri kita?

Ya, dibalik kelembutannya ternyata Bulan juga memberi ancaman berupa azab yang keras dengan terbelahnya ia sebagai tanda hari Kiamat sudah semakin dekat. Maka maukah kita mengambil pelajaran dari sang Bulan?

Seperti yang sudah tertulis sebanyak empat ayat juga di surat Al-Qomar yang bunyi kalimatnya sama:

QS. Al-Qomar (54): 17, 22, 32 & 40
Wa laqad yassarnal-qur'aana liz-zikri fa hal mim muddakir - Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk PERINGATAN, maka adakah orang yang mau mengambil PELAJARAN?

Ya, jangan sampai kita menunggu saat terbelahnya bulan dahulu, kemudian kita lekas-lekas beriman dan beramal saleh sebanyak-banyak. Padahal jarak bumi ke bulan lebih dekat daripada jarak bumi ke matahari. Dan kematian itulah peringatan yang sangat dekat sebagai pelajaran.


Semoga bermanfaat.Wallahu alam bishshawab

Salam hangat,
HNH

Ditulis @Cileungsi Bogor - Indonesia, 5 Februari 2017 / 14 Dzulhijjah 1438 H

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Kontak

Jawa Barat
081807993725 / 08128111963
5667A231
08128111963
heronoor@gmail.com

Jejaring Sosial

© Copyright 2017 Hendro Noor Herbanto. Oleh Webpraktis.com | sitemap