Artikel Populer

DIA Mengajarkan Rumus 165 Plus5

DIA Mengajarkan Rumus 165 Plus5

Admin Rabu, 07 Juni 2017 Tulisanku
DIA Mengajarkan Rumus 165 Plus5



Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), "Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya." Dan mereka berkata, "Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali."
QS. Al-Baqarah (2): 285


Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang.

Segala yang ada pada langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya termasuk apa yang ada pada diri manusia itu sendiri adalah ciptaan-Nya Yang Maha Agung.

Dia ada di awal dan juga di akhir. Dia ada pada saat segala sesuatunya belum diciptakan.

Dia ada pada awal diciptakannya alam semesta beserta isinya yang dimulai saat 'ledakan besar' (big bang), kemudian saat sekarang ini, saat anda membaca tulisan ini.

Dan Dia tetap ada saat dihancurkannya kembali alam semesta beserta isinya pada peristiwa hari kiamat nanti.

Dia ada pada malam dan siang hari. Dia ada di waktu lalu, waktu sekarang dan waktu yang akan datang.

Dia ada di teriknya sinar matahari. Dia ada di turunnya hujan dan salju. Dia ada di gugurnya daun-daun. Dan Dia ada pada saat berseminya bunga-bunga.

Dia ada di keteraturannya benda-benda langit seperti bumi, bulan dan planet-planet yang berputar pada sumbunya (berotasi) dan mengelilingi matahari pada garis edarnya (berevolusi).

Dia selalu ada pada setiap sunatulah/ketetapan/hukum-hukum-Nya, baik alam mikrokosmos yang ada pada diri manusia maupun alam makrokosmos yang ada pada semesta alam.

Dia ada pada sistem pencernaan makanan, sistem pernafasan, sistem berpikir, sistem pendengaran dan sistem penglihatan serta sistem memahami yang ada pada diri semua manusia.

Dia ada pada hukum gaya gravitasi, hukum sebab akibat, hukum resonansi, hukum kekekalan energi, dan hukum lainnya termasuk hukum buatan manusia.

Ya, Dialah Allah, Tuhan seluruh alam. Dia ada dimana-mana. Dia ada di belahan bumi utara, selatan, timur dan barat. Dia ada di atas, bawah, depan dan belakang. Dia ada di kanan dan kiri. Dan Dia ada di sesuatu yang nyata (lahir) maupun yang tidak nyata (batin).

Dia juga ada di setiap masalah, ujian, cobaan, kesenangan, kesedihan, tawakal, istiqomah, kesabaran, keikhlasan dan jalan keluar semua manusia yang berada dimuka bumi ini tanpa terkecuali dan tanpa memandang status, suku, agama, ras dan antar golongan.

Dia ada di dalam segala kata yang Dia ciptakan yang menggambarkan sesuatu yang 'berpasangan dan berlawanan', diantaranya:
  1. Kaya dan Miskin
  2. Sehat dan Sakit
  3. Muda dan Tua
  4. Waktu Luang dan Waktu Sempit
  5. Hidup dan Mati
  6. Syukur Nikmat dan Kufur Nikmat
  7. Benar dan Salah
  8. Baik dan Buruk
  9. Manfaat dan Mudharat
  10. Kemudahan dan Kesulitan

Dia juga ada disetiap sesuatu yang diciptakan-Nya secara berulang sebanyak tu7uh kali, diantaranya:
  1. Ada di tu7uh ayat yang berulang (surat Al-Fatihah).
  2. Ada di tu7uh hari yang berulang (minggu, senin, selasa, rabu, kamis, jum'at dan sabtu).
  3. Ada di tu7uh lapisan langit jauh dan tu7uh lapisan langit dekat (atmosfir).
  4. Ada di tu7uh lapisan bumi.
  5. Ada di tu7uh nada suara yang berulang (1=do, 2=re, 3=mi, 4=fa, 5=sol, 6=la dan 7=si).
  6. Ada di tu7uh warna yang berulang yang biasa kita sebut sebagai warna pelangi (merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu).
  7. Ada di tu7uh ibadah haji, yaitu pada saat thawaf, sa'i dan jumroh.

Dia Maha Meliputi Segala Sesuatu. Dia ingin memperkenalkan Diri-Nya yang Satu (1) kepada seluruh ciptaan-Nya yang ada di langit dan di bumi, termasuk kepada ciptaan-Nya yang bernama manusia.

Manusia adalah makhluk yang kosong (0) dan penuh keseimbangan.

Kosong artinya tiada daya dan upaya melainkan hanya pertolongan Tuhan Yang Esa. Kosong artinya sebuah 'potensi' yang siap menghasilkan suatu perbuatan baik ataupun buruk.

Keseimbangan artinya tidak berat sebelah. Keseimbangan artinya sisi kanan dan kirinya saling meniadakan dan menghasilkan angka kosong (0).

Kiri Tengah Kanan
1 0 1

Atau: 1 - 1 = 0

Jadi keseimbangan adalah sama dengan kosong (0).

Manusia bersimbolik dengan angka nol atau kosong (0) dan Allah bersimbolik dengan angka Satu (1).

Setelah memperkenalkan Diri-Nya yang Satu pada ciptaan-Nya di seluruh alam, Allah menurunkan Kitab Suci Al-Qur'an kepada makhluk yang kosong dan penuh keseimbangan yaitu nabi yang ummi, Muhammad saw melalui perantaraan malaikat Jibril.

Yang pertama kali diturunkan adalah lima ayat di surat Al-Alaq yang artinya segumpal darah, yaitu:

QS. Al-Alaq (96): 1-5
"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah (alaqah). Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Yang mengajarkan (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia, apa yang tidak diketahuinya."

Sesuai informasi dan petunjuk lima ayat tersebut diatas:
  1. Perintah membaca, diiringi dengan perintah untuk memperhatikan tanda-tanda kebesaran Allah pada ciptaan-Nya.
  2. Setiap manusia yang terlahir di dunia ini, tadinya tidak ada (mati) alias kosong (0), kemudian Allah Yang Maha Esa (1) menciptakan manusia dari segumpal darah (alaqah).
  3. Perintah membaca diulangi kembali supaya manusia benar-benar 'memperhatikan' ciptaan-Nya yang terhampar di langit dan di bumi dan apa yang ada diantara keduanya termasuk apa yang ada pada diri manusia itu sendiri, dari apakah manusia diciptakan? Ini membuktikan ketegasan dan kasih sayang-Nya Allah (1) terhadap hamba-Nya yang bernama manusia sebagai makhluk yang kosong (0).
  4. Tuhan mengajarkan manusia dengan 'perantaraan pena'. Bentuk pena yang seperti angka Satu (1) dan fungsi pena untuk menuliskan sesuatu, melambangkan Allah Yang Maha Berilmu, siap menuliskan (mengajarkan) pada kertas putih bersih yang kosong yang melambangkan bahwa manusia itu makhluk yang kosong yang siap di isi berbagai ilmu dan pengetahuan-Nya.
  5. Setelah manusia membaca dan memahami apa yang dibacanya dan menyadari dirinya yang kosong, akhirnya Allah mengajari ilmu-Nya kepada manusia apa-apa yang tidak diketahuinya.
  6. Proses membaca dan menulis melalui perantaraan pena ini pada akhirnya akan melahirkan kepahaman yang mendalam saat manusia bersyahadat (menyaksikan) semua ciptaan-Nya di setiap ruang, waktu, materi, energi dan informasi bahwa tidak ada yang sia-sia atas semua ciptaan-Nya dan meyakini (beriman) bahwa Allah itu Satu (1). Tidak ada tuhan selain Allah.

Percaya atau Beriman prosesnya adalah sebagai berikut:
  1. Manusia yang kosong diajari 'Allah Yang Satu' dengan perantaraan pena (baca-tulis).
  2. Melalui 'malaikat-malaikat-Nya' yang turun dari langit ke bumi menyampaikan segala urusan-Nya.
  3. Berupa 'kitab-kitab suci-Nya' (Zabur, Taurat, Injil dan Al-Qur'an).
  4. Risalah tersebut disampaikan kepada para utusannya di bumi yaitu 'nabi-nabi dan rasul-Nya'.
  5. Yang isinya berupa kabar baik bagi orang-orang yang beriman dan peringatan akan 'hari Akhir' yang sungguh berat bagi orang-orang yang tidak mau beriman (kafir).
  6. Dan cara menggapai kehidupan sebenarnya yang kekal abadi di akhirat nanti (apakah memperoleh surga atau neraka) melalui proses hidup di dunia dengan gabungan 'takdir qadar dan takdir qadla'.

Atau di rangkum dalam 'Rukun Iman' yang enam sesuai urutannya, yaitu:
  1. Percaya kepada Allah
  2. Percaya kepada malaikat-malaikat Allah
  3. Percaya kepada kitab-kitab Allah
  4. Percaya kepada nabi-nabi/rasul Allah
  5. Percaya kepada hari Akhir (Kiamat) Allah
  6. Percaya kepada takdir qadar dan takdir qadla Allah

Beriman harus menggunakan akal sehat untuk memahami semua ciptaan-Nya (tafakur) dan diyakininya dengan mengingat Allah (dzikrullah) melalui hati (kalbu).

Setelah manusia memahami proses beriman yang terus berulang dan diterangkan Allah melalui ayat-ayat Kauniyah (yang terhampar di alam semesta) dan Qauliyah (yang terdapat dalam kitab suci), maka tahapan selanjutnya adalah cara beribadah berupa 'perbuatan' melalui berserah diri kepada-Nya.

Islam artinya berserah diri dan tahapannya adalah sebagai berikut:
  1. Setelah memahami Rukun Iman dilanjutkan dengan 'bersaksi' bahwa "Tiada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah."
  2. Mengerjakan 'shalat' karena manusia adalah hamba yang menyembah kepada Allah semata.
  3. Mengerjakan 'puasa', dari manusia yang tadinya sudah beriman menjadi manusia yang bertakwa (menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya).
  4. Menunaikan 'zakat' bagi yang berhak menerimanya untuk menghilangkan sifat memiliki dan kebendaan.
  5. Melaksanakan ibadah 'haji' bagi orang-orang yang mampu dan kuasa.

Berserah diri itu harus dilakukan secara totalitas yang dirangkum di dalam 'Rukun Islam' yang lima, sesuai urutannya, yaitu:
  1. Dua kalimat syahadat.
  2. Shalat.
  3. Puasa.
  4. Zakat.
  5. Haji.

Setelah itu keimanan dan keislaman akan turun naik. Maka itu perlu tombo ati (obat hati) yang akan mengobati keimanan dan keislaman yang sedang turun (minus) dan akan meningkatkan keimanan dan keislaman yang sudah dijalankan secara benar, baik dan bermanfaat (plus).

Urutan 'plus lima (+5)' dari Obat Hati (Tombo Ati) adalah sebagai berikut:
  1. Baca Al-Qur'an dan maknanya.
  2. Shalat malam dirikanlah.
  3. Berkumpulah dengan orang saleh.
  4. Perbanyaklah berpuasa.
  5. Zikir malam perpanjanglah.
Sumber Youtube:


Jika salah satunya saja dari Obat Hati (Tombo Ati) kita tunaikan di keseharian kita, maka Allah pun akan mencukupkan segala kebutuhan di dunia dan kelak di akhirat, apalagi jika semuanya kita tunaikan (+5).

Ya, begitulah cara Tuhan mengajarkan 'rumus 165 +5' kepada siapapun orangnya yang mau mengambil pelajaran melalui akal sehat dan hati bersih, yang akan menghantarkan kita sebagai makhluk yang kosong dan penuh keseimbangan yang kelak akan kembali kepada Allah dengan jiwa yang tenang dan puas lagi ridha dan diridai-Nya yang kelak akan dimasukkan ke dalam jamaah hamba-hamba yang saleh ke dalam surga-Nya yang penuh kenikmatan. Aamiin.

Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.

Semoga bermanfaat....wallahu 'alam bishahwab

Ditulis @Cileungsi Bogor, 7 Juni 2017 / 12 Ramadan 1438 H


Jika artikel ini bermanfaat, sila dibagikan dan marilah kita semua sama-sama belajar dan berproses serta berlomba-lomba dalam menyebarkan pesan kebenaran dan kebaikan kepada seluruh alam.


Artikel lainnya:


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Kontak

Jawa Barat
081807993725 / 08128111963
5667A231
08128111963
heronoor@gmail.com

Jejaring Sosial

© Copyright 2017 Hendro Noor Herbanto. Oleh Webpraktis.com | sitemap