Artikel Populer

Dunia Adalah Jembatan Kehidupan

Dunia Adalah Jembatan Kehidupan

Admin Kamis, 03 Desember 2015 Tulisanku
Dunia Adalah Jembatan Kehidupan

Sesungguhnya Allah menciptakan alam semesta beserta isinya adalah dengan kebenaran (haq), dan dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang itu terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang berakal.

Siapkah orang-orang yang berakal itu? Yaitu kita semua yang berada dimuka bumi ini yang berasal dari ras manusia yakni keturunan dari nabi Adam as.

Manusia adalah makhluk keseimbangan. Coba perhatikan susunan tubuh kita secara fisik. Jika dibelah dua dari atas kepala sampai ujung kaki masing-masing akan memperlihatkan sebagai makhluk yang penuh keseimbangan.

Di atas kepala ada dua mata yang jika di belah dua menjadi mata kiri dan mata kanan. Telinga juga demikian menjadi telinga kiri dan kanan. Hidung yang tadinya satu hidung menjadi dua hidung, yang kiri menjadi satu lubang hidung kiri dan yang kanan menjadi satu lubang hidung kanan. Mulut pun dari satu menjadi belah dua, mulut sebelah kiri dan sebelah kanan.

Jika badan kita dibelah menjadi dua bagian, satu bagian menjadi badan kiri yang juga terdapat tangan kiri dan satu bagian lagi menjadi badan kanan yang juga terdapat tangan kanan. Demikian juga kaki, jika dibelah dua menjadi kaki kiri dan kaki kanan.

Ya, ternyata manusia itu adalah makhluk keseimbangan karena susunan tubuhnya seimbang, seperti yang Allah ceritakan di dalam Al-Qur'an berikut ini:

QS. Al-Infitaar (82): 7


Yang telah menciptakanmu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang,

Sekarang coba perhatikan rumus keseimbangan berikut ini:

-1 < 0 > +1

Di kiri angka nol ada angka satu, demikian pula di kanannya angka nol juga ada angka satu. Angka nol pun berada tepat ditengah-tengahnya.

Jika di sebelah kanan angka nol (0) dianalogikan sebagai perbuatan baik, maka ia bersimbolik dengan angka: +1.
Dan jika di sebelah kiri angka nol (0) dianalogikan sebagai perbuatan jahat, maka ia bersimbolik dengan angka: -1

Maka, jika kedua angka plus dan minus tersebut bertemu akan saling meniadakan alias menghasilkan angka nol (0).

1 - 1 = 0

Manusia itu selain sebagai makhluk keseimbangan, ternyata ia juga sebagai makhluk yang kosong (0).

Ya, manusia-manusia itu adalah saya, anda, kita dan mereka dimanapun berada dan menetap dibelahan bumi utara, selatan, timur dan barat. Ada yang tinggal di benua Asia, Afrika, Eropa, Australia dan Amerika. Ada yang berkulit putih, coklat, kuning langsat dan hitam legam. Ada yang berhidung mancung dan berhidung pesek. Ada yang bermata sipit dan bermata besar. Bersuku-suku dan berbangsa-bangsa supaya antara manusia yang satu dengan yang lainnya saling kenal mengenal dengan penuh cinta dan damai.

Kosong itu artinya tidak punya apa-apa, tidak ada daya dan upaya serta suci bersih tanpa noda dan dosa.

Kosong itu adalah potensi untuk melakukan sesuatu. Apakah menghasilkan perbuatan baik atau perbuatan buruk. Ya, kosong itu seperti energi potensial yang siap mengaliri energi positif maupun energi negatif.

Kosong itu adalah tanda diam yang berpotensi menghasilkan tu7uh suara berulang menjadi 1 (Do), 2 (Re), 3 (Mi), 4 (Fa), 5 (Sol), 6 (La), 7 (Si).

Dan kosong itu adalah warna putih bersih yang berpotensi menghasilkan tu7uh warna pelangi, yaitu: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu atau sering disingkat menjadi 'mejikuhibiniu'.

Kita terlahir di dunia sebagai manusia yang ditulari sifat berkehendak oleh Allah Yang Maha Berkehendak untuk memilih perannya masing-masing di panggung sandiwara dunia yang fana ini. Ada yang berperan sebagai peran antagonis dan protagonis.

Peran antagonis ini yang biasanya diwakili iblis yang selalu mempengaruhi manusia untuk melakukan kejahatan dan ingkar kepada Tuhan.

Sedangkan peran protagonis diwakili oleh malaikat yang selalu mendoakan agar manusia selalu mengerjakan kebaikan dan berharap agar manusia menjadi hamba Allah yang taat menyembah hanya kepada-Nya.

Ya, dunialah panggung sandiwara kita semua sebagai makhluk yang kosong yang berpotensi melakukan peran kebaikan dan kejahatan. Manusia bebas memilih perannya masing-masing. Tetapi ingat! ada konsekuensinya, apakah ingin berperan sebagai manusia yang membawa kebenaran, kebaikan dan kemanfaatan bagi seluruh alam yang akan diganjar dengan surga yang penuh dengan kenikmatan.

Ataukah ingin berperan sebagai manusia yang membawa kesalahan, kejahatan dan kemudharatan dengan merusak keseimbangan alam dan banyak menumpahkan darah di bumi ini yang akan dibalas dengan neraka yang penuh dengan kesengsaraan.

Hidup di dunia ini hanyalah hidup yang sementara saja, jauh sekali bedanya dengan hidup yang kekal abadi di akhirat nanti.

Jika kita semua sudah tahu perannya masing-masing, maka pilihlah peran protagonis yang dapat menghantarkan kita kembali kepada Allah dengan hati yang puas lagi ridha dan di ridhai-Nya yang bisa menghantarkan kita ke dalam keabadian, dan janganlah mengambil peran antagonis dengan bersandiwara, apalagi peran berpura-pura yang dapat menjerumuskan kita ke dalam kebinasaan.

Seperti lirik lagu berikut ini yang mudah-mudahan bisa kita ambil hikmah dan pelajarannya untuk memilih peran di dunia yang dapat menjembatani ke dalam kehidupan akhir nanti, saat kita kembali kepada-Nya.

-------
Panggung Sandiwara - God Bless

Dunia ini panggung sandiwara
Ceritanya mudah berubah
Kisah Mahabarata atau tragedi dari Yunani

Setiap kita dapat satu peranan
Yang harus kita mainkan
Ada peran wajar dan ada peran berpura pura

Mengapa kita bersandiwara
Mengapa kita bersandiwara

Peran yang kocak bikin kita terbahak bahak
Peran bercinta bikin orang mabuk kepayang

Dunia ini penuh peranan
Dunia ini bagaikan jembatan kehidupan

Mengapa kita bersandiwara
Mengapa kita bersandiwara

Mengapa kita bersandiwara
Mengapa kita bersandiwara



-------

Semoga bermanfaat....wallahu 'alam bishahwab

Sumber:
1. Kitab Suci Al-Qur'an
2. Lagu: Panggung Sandiwara - God Bless

Salam Hangat,
Hendro Noor Herbanto

Ditulis @ Cileungsi Bogor - Indonesia
6 Agustus 2015

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Kontak

Jawa Barat
081807993725 / 08128111963
5667A231
08128111963
heronoor@gmail.com

Jejaring Sosial

© Copyright 2017 Hendro Noor Herbanto. Oleh Webpraktis.com | sitemap