Artikel Populer

Hanya Memberi Tak Harap Kembali

Hanya Memberi Tak Harap Kembali

Admin Senin, 23 November 2015 Tulisanku
Hanya Memberi Tak Harap Kembali


Sesungguhnya segala sesuatu yang Allah ciptakan baik langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya, semuanya selalu memberi tanpa kenal lelah untuk melayani manusia.

Ada yang menjadi matahari yang selalu menerangi bumi dan satu-satunya sumber energi yang utama bagi kelangsungan hidup di bumi.

Ada yang menjadi satelit bumi, yaitu bulan yang dengannya segala aktivitas manusia selama 30 hari, mencatatkan dirinya apa yang dilakukannya dan di rangkum di dalam namanya sebanyak 12 bulan.

Ada yang menjadi bintang-bintang, yang dengannya para nelayan mendapatkan petunjuk arah dalam mengarungi lautan dalam mencari nafkah buat anak istrinya.

Ada yang menjadi makanan dan minuman bagi manusia yaitu binatang dan tumbuhan dimana mereka menghasilkan daging, susu, telur, sayur mayur, buah-buahan dan lain sebagainya.

Ya, mereka pun menggunakan semua potensi yang ada pada diri mereka hanya untuk melayani semua umat manusia yang ada di muka bumi ini tanpa terkecuali, tanpa memandang suku, agama, ras dan antar golongan.

Mereka tidak pernah membeda-bedakan manusia yang satu dengan yang lainnya, baik yang kaya dan miskin, baik yang fisiknya normal maupun cacat, baik yang dibelahan bumi utara, selatan, timur dan barat, semuanya mendapatkan pelayanan yang sama dari matahari, bulan, bintang-bintang, bumi, binatang-binatang, tumbuh-tumbuhan, udara, air, api dan tanah.

Ya, seharusnya kita bisa mencontohnya, untuk bisa bersinergi dengan alam. Mencontoh perbuatan alam pada kita, yang hanya memberi dan tak harap kembali dalam melayani semua manusia di bumi ini.

Berbagi kebaikan bisa dengan bermacam cara. Sebagai contoh bisa berkarya dengan tulisan yang menginspirasi, memotivasi dan hikayat yang terbaik tentang memberi manfaat sebanyak-banyaknya kepada sesama manusia dan alam semesta.

Atau bisa dengan karya lagu yang bersemangat pantang menyerah untuk menggapai mimpi, atau dengan lagu religi untuk mengajak kebaikan dan kepada jalan yang lurus yang Allah ridhai.

Atau dengan perbuatan nyata dengan menyingkirkan paku di jalan, membantu mendorong mobil yang mogok, atau membantu menyeberangkan jalan kepada siapapun yang butuh pertolongan.

Atau dengan karya ilmiah yang berguna bagi semua orang, yang banyak dicontohkan oleh penemu-penemu hebat diantaranya ada Thomas Alfa Edison, yang dengan penemuan bola lampunya dapat menerangi dunia sampai dengan saat ini. Ada juga Albert Einstein yang menemukan teori relativitas umum: E=mc2 atau hukum kekekalan energi, atau penemu-penemu di bidang kedokteran seperti Ibnu Sina, atau penemu angka nol (0) yaitu Al Khawarizmi dan penemu lainnya yang mampu mengubah dunia.

Atau di dunia pendidikan dan pengajaran. Bisa menjadi tenaga pengajar (guru), yang kelak bisa menghasilkan banyak manusia yang jujur, berakhlak mulia, cerdas, pantang menyerah dan mau berbagi ilmu yang di milikinya.

Atau membantu anak-anak panti asuhan, anak-anak yatim dan piatu, kaum dhuafa, panti jompo dengan berperan sebagai pengurus dan pengasuh. Atau bisa membantu menyebarkan informasi yayasan atau info apapun yang berguna ke dunia cetak, elektronik maupun dunia maya.

Membantu dengan harta, tenaga dan waktu, atau apapun hal-hal yang perlu dibantu, bagi saudara-saudara yang tidak seberuntung kita dan membutuhkan uluran tangan kita.

Atau berbagi sedikit makanan atau minuman kepada binatang seperti kucing yang datang kepada kita saat misalnya kita sedang makan di warung makan.

Ya, memberi tidaklah selalu dengan uang. Bisa dengan kebaikan, ide-ide, karya-karya, nasihat, perhatian, kemampuan, sentuhan, harapan, kasih sayang dan cinta.

Memberi tidaklah harus besar, walaupun hanya sekerat roti. Memberi bisa dilakukan dari hal-hal yang kecil dan harus dibiasakan agar kita bisa dan bukan sekedar tahu dan juga terbiasa menjadi pribadi yang ringan tangan dan punya hati yang mudah tersentuh untuk banyak melakukan kebaikan dan banyak menebar manfaat bagi sesama manusia dan alam semesta.

Hidup adalah pilihan, jadi pilihlah yang terbaik buat hidup kita yang hanya sementara di dunia ini. Hidup yang sebenarnya adalah hidup yang kekal abadi di akhirat nanti yang kelak akan Allah balas dengan surga yang penuh kenikmatan yang mengalir di bawahnya sungai-sungai yang diperoleh akibat dari perbuatan baik kita di dunia dahulu. Bukan ganjaran yang penuh siksa dan penderitaan serta kekal abadi yang akan Allah berikan akibat perbuatan jahat kita.

Ya, hanya perbuatan jahat sajalah yang akan Allah balas secara seimbang, bahkan perbuatan baik yang kita lakukan di dunia akan Allah balas secara berlipat ganda. Itulah janji Allah, dan Allah tidak pernah mengingkari janji.

Maka benarlah firman Allah SWT:

QS. An-Nisaa (4): 122 - 124
Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal kebajikan, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan janji Allah itu benar. Siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?
(Pahala dari Allah) itu bukanlah angan-anganmu dan bukan (pula) angan-angan ahli kitab. Barangsiapa mengerjakan kejahatan, niscaya akan dibalas sesuai dengan kejahatan itu dan dia tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah.
Dan barangsiapa mengerjakan amal kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan sedang dia beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan mereka tidak di zalimi sedikit pun.

Kapan waktunya Allah kasih ganjaran atas perbuatan baik maupun perbuatan jahat? Apakah Allah beri ganjaran perbuatan baik dan buruk hanya nanti di akhirat? Ternyata tidak, Allah akan beri sebagian ganjaran-Nya juga pada saat kita hidup di dunia.

QS. Ali Imran (3): 148
Maka Allah memberi mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.

QS. An-Nisaa (4): 134
Barangsiapa menghendaki pahala di dunia, maka ketahuilah bahwa di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.

Kita mungkin pernah melakukan kejahatan ataupun perbuatan buruk di dunia ini, tidak ada manusia yang sempurna. Mumpung kita masih diberi kesempatan untuk hidup di dunia ini, maka mohonlah ampunan hanya kepada Allah dengan bertaubat kepada-Nya, dan berjanji tidak akan melakukan kejahatan lagi dan menggantinya dengan perbuatan baik yang bermanfaat, serta kembali kepada jalan yang lurus yang Allah ridhai.

QS. Al-Maa'idah (5): 39
Tetapi barangsiapa bertaubat setelah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Marilah kita sama-sama berbuat amal kebaikan kepada siapa saja yang butuh bantuan kita dengan ikhlas membantu tanpa pamrih.

Dan hanya mengharapkan ridha Allah sajalah kita sebaiknya membantu. Insya Allah jika kita ridha dan ikhlas atas kebaikan yang kita kerjakan, maka Allah pun akan meridhainya.

Hanya ridha Allah sajalah yang dapat menghantarkan jiwa-jiwa yang tenang dan kosong serta seimbang ke dalam jannah-Nya yang penuh kenikmatan.

Ya, memberi tulus iklas tanpa pamrih itu layaknya kasih ibu yang 'hanya memberi dan tak harap kembali', bagaikan sinar sang surya yang menerangi dunia.



Semoga bermanfaat....wallahu 'alam bishahwab

Salam hangat,
Hendro Noor Herbanto

Ditulis @ Cileungsi Bogor - Indonesia
28 Agustus 2015

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Kontak

Jawa Barat
081807993725 / 08128111963
5667A231
08128111963
heronoor@gmail.com

Jejaring Sosial

© Copyright 2017 Hendro Noor Herbanto. Oleh Webpraktis.com | sitemap