Artikel Populer

Ingatlah! Setiap Perbuatan Pasti Ada Balasannya

Ingatlah! Setiap Perbuatan Pasti Ada Balasannya

Admin Rabu, 21 Oktober 2015 Tulisanku
Ingatlah! Setiap Perbuatan Pasti Ada Balasannya

Ingatlah! Setiap Perbuatan Pasti Ada Balasannya
Oleh: Hendro Noor Herbanto

Pada kesempatan kali ini kita sama-sama belajar tentang kisah seorang pemuda pendosa yang ingin bertaubat dan menyesali akan kesalahan, kekhilafan dan dosa yang telah diperbuatnya selama di dunia untuk kembali kepada jalan yang lurus yaitu jalan yang diridhai oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Alkisah pada jaman dahulu kala hiduplah seorang pemuda yang dosanya sudah terlalu banyak. Ia sudah membunuh sebanyak 99 orang.

Ia ingin sekali berubah untuk berhenti berbuat dosa. Akhirnya ia pergi ke ahli ibadah untuk menanyakan perihal maksudnya untuk bertaubat.

Sampailah pemuda tersebut di rumah ahli ibadah, pemuda itu pun bertanya, "Wahai ahli ibadah, saya telah membunuh 99 orang. Apakah Tuhan masih bisa mengampuni dosa-dosa saya?"

Ahli ibadah pun berkata, "Mana mungkin Tuhan akan mengampuni dosa-dosa mu yang sudah begitu banyak. Engkaulah sang ahli neraka kelak!"

Mendengar perkataan ahli ibadah itu, pemuda tersebut langsung membunuhnya. Maka lengkaplah menjadi 100 orang yang telah dibunuhnya.

Kemudian ia mendatangi lagi seseorang. Kali ini seorang alim yang berilmu yang ia tanyai. "Wahai kau yang berilmu, saya telah membunuh 100 orang. Apakah Tuhan masih bisa mengampuni dosa-dosa saya?"

Alim yang berilmu pun berkata, "Ya, Tuhan masih mengampuni dosa orang-orang yang ingin bertaubat dan menyesali perbuatan dosanya. Karena Tuhan adalah Yang Maha Penerima Taubat hamba-hamba-Nya yang ingin kembali kepada-Nya kepada jalan yang lurus dan tidak mengulangi lagi perbuatan dosanya. Walaupun dosa-dosanya setinggi gunung dan sedalam samudra."

Kemudian sang alim yang berilmu pun menyarankan agar pemuda itu berhijrah dari kota 'A' yang kotanya banyak kerusakan dan pertumpahan darah ke kota 'B' yang kotanya banyak perbuatan baik dan bermanfaat.

Akhirnya pemuda itu pergi berjalan kaki dari kota 'A' menuju kota 'B'. Tetapi di tengah perjalanan secara tiba-tiba kematian datang menjemput pemuda tersebut.

Kemudian malaikat Ridwan dan Malik datang menghampiri jasad pemuda tersebut dan ingin membawa pemuda tersebut.

Berkata malaikat Malik, "Pemuda ini adalah calon penghuni neraka karena telah banyak berbuat dosa dengan membunuh 100 orang."

Malaikat Ridwan pun berkata, "Pemuda ini cocoknya berada di surga karena niat yang sungguh-sungguh untuk bertaubat dan berhijrah ke arah yang lebih baik."

Karena kedua malaikat tersebut masih saja bertikai atas siapa yang lebih berhak atas pemuda tersebut, datanglah malaikat Jibril untuk menengahi permasalahan tersebut.

"Wahai malaikat Malik dan malaikat Ridwan, ada perihal apakah sehingga engkau berdua bertikai atas pemuda yang sudah meninggal ini?" Kata malaikat Jibril.

Kami memperebutkan pemuda ini karena ia pendosa yang ingin bertobat dan berhijrah ke kota kebaikan, tetapi ia meninggal secara tiba-tiba. Apakah malaikat Jibril punya solusinya?" Kata malaikat Malik dan Ridwan.

"Mmhh sulit juga ya perihal ini. Bagaimana jika urusan ini kita tanyakan kepada Tuhan. Semoga kita mendapatkan petunjuk-Nya" tukas malaikat Jibril.

Berkata Tuhan seluruh alam, "Cobalah kalian ukur jaraknya dari kedua kota A (kota kejahatan) dan kota B (kota kebaikan) tersebut. Jika jaraknya lebih dekat kepada kota A maka ia ahli neraka dan malaikat Malik boleh membawa pemuda ini. Demikian sebaliknya jika lebih dekat ke kota B, maka ia ahli surga dan malaikat Ridwan boleh membawanya."

Keseimbangan dapat terjadi jika antara kedua sisi kiri dan kanannya saling meniadakan.

( 1 - 1 = 0).

Keadilan bisa terjadi jika sisi kiri dan sisi kanannya mempunyai berat yang sama atau dalam kasus kematian pemuda ini ada pada jarak yang sama di antara kedua kota A dan B.

Kota A Pemuda Kota B
I ---------- 0 ---------- I

Kembali kepada cerita di atas, akhirnya ketiga malaikat tersebut (Malik, Ridwan dan Jibril) mengukur ulang lebih detail lagi. Jika jarak antara kota A ke kota B adalah 10 km. Dan pemuda pendosa tersebut meninggal setelah berjalan 5 km dari kota A, jika dilihat secara kasat mata.

Ternyata setelah diukur secara lebih cermat dan teliti lagi, maka kematian pemuda tersebut jaraknya lebih dekat ke kota B yaitu kota kebaikan daripada kota A yaitu kota kejahatan, yang jaraknya 5 km lebih 1 cm. Dan pemuda itu pun akhirnya dibawa malaikat Ridwan untuk dimasukkan ke dalam surga yang penuh kenikmatan.

Subhanallah, ternyata kebaikan sekecil apapun akan dibalas secara adil oleh Tuhan dan tidak akan dirugikan sedikit pun. Sebaliknya, kejahatan sekecil apapun akan dibalas secara adil juga oleh Tuhan dan tidak akan diuntungkan sedikit pun.

Ya, itulah kegunaan timbangan yang sering kita lihat di pasar-pasar tradisional. Misalnya kita ingin membeli gula pasir seberat 1 kg, maka pedagang di pasar harus menimbang berat gula pasir tersebut dengan pemberat sebesar 1 kg juga.

Pedagang jangan melakukan kecurangan apapun terhadap pemberat timbangan atau timbangannya. Dan pembeli pun jangan minta dilebihkan gula pasir ke pedagang. Ingat jual-beli harus dilakukan secara jujur dan adil. Jangan melakukan kecurangan apapun dalam transaksi jual beli.

Ingat! setiap perbuatan kita, baik perbuatan jahat dan perbuatan baik ada balasannya masing-masing yang akan dibalas dengan seimbang atas perbuatan jahat kita yang menandakan Tuhan Yang Maha Adil, serta dibalas dengan berlipat ganda atas perbuatan baik yang menandakan bahwa Tuhan Yang Maha Pemberi.

Niat jahat pun masih belum dicatat sebagai kejahatan, tetapi niat baik lah yang sudah diganjar dengan satu pahala kebaikan.

Jadi jika niat dan perbuatan baik lebih banyak menghasilkan pahala dan kebaikan yang berlipat ganda, mengapa kita tidak memilih niat dan perbuatan yang baik sebagai bekal hidup kita di akhirat nanti yang dibalas dengan surga yang penuh kenikmatan daripada memilih niat jahat dan perbuatan jahat yang akan dibalas dengan neraka yang penuh penyesalan.

Hidup di dunia hanyalah senda gurau dan permainan belaka. Hidup di akhirat lah hidup yang sebenarnya.

Hidup adalah pilihan. Karena hanya manusia yang ditulari sifat berkehendak oleh Tuhan Yang Maha Berkehendak. Pilihlah niat dan perbuatan yang dapat menghantarkan kita ke surga dan kebahagiaan yang kekal dan abadi, bukan memilih niat dan perbuatan yang menghantarkan ke neraka dan penderitaan yang juga kekal dan abadi.

Hidup kita di dunia ini hanya 'sekali', berilah ia dengan 'berarti', setelah itu kita pun pasti akan 'mati'.


Semoga bermanfaat....wallahu a'lam bishahwab

Ditulis @ Cileungsi Bogor - Indonesia
17 Agustus 2015
(Penulis-Komposer-Pencipta Lagu)

Salam hangat & Merdeka!
Hendro Noor Herbanto

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Kontak

Jawa Barat
081807993725 / 08128111963
5667A231
08128111963
heronoor@gmail.com

Jejaring Sosial

© Copyright 2017 Hendro Noor Herbanto. Oleh Webpraktis.com | sitemap