Artikel Populer

Jauhilah Segala Prasangka

Jauhilah Segala Prasangka

Admin Rabu, 13 Juli 2016 Tulisanku
Jauhilah Segala Prasangka

Sering kali di dalam Al-Qur'an, Allah memberikan petunjuk-Nya kepada kita semua agar memperhatikan semua ciptaan-Nya yang terhampar di langit dan di bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Termasuk petunjuk untuk melakukan ibadah puasa di bulan Ramadan yang diwajibkan bagi orang-orang yang beriman.

QS. Al-Baqarah (2): 185


Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.

Tujuannya adalah agar kita semua bisa bersyukur dan dapat belajar serta mau menggunakan akal sehatnya kemudian mengerti dan memahami fenomena alam semesta ini bahwa semua ciptaan-Nya tersebut adalah tanda-tanda Kebesaran-Nya dan tidak ada yang sia-sia, semuanya bermanfaat.

QS. Al-Baqarah (2): 164


Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, kapal yang berlayar di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia, apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, lalu dengan itu dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering), dan Dia tebarkan di dalamnya bermacam-macam binatang, dan perkisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh, merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti.

QS. Ali Imran (3): 190-191


Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal,
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), "Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.

Kali ini kita sama-sama mempelajari tentang sudut pandang yang berhubungan dengan dugaan/prasangka saat kita melihat suatu obyek benda baik dalam skala kecil maupun skala besar atau dalam melihat langit dari bumi dan melihat bumi dari langit.

img-1468388653.jpg

Coba perhatikan gambar di atas. Kata-kata yang terlihat sungguh menggambarkan susunan kata yang tidak pantas diucapkan (maaf: tai lo), seakan-akan orang yang membuat foto croping-an tersebut sedang menghina kita.

Tetapi jika foto tersebut utuh saat diambil gambarnya, masya Allah sungguh indah susunan katanya seakan-akan kita mengagumi salah satu keindahan tempat di bumi Indonesia tersebut (Pantai Losari).

Begitu pula saat kita melihat langit di siang hari dari permukaan bumi. Warna apakah yang terlihat di langit yang cerah di siang hari tersebut? Tentunya langit yang berwarna "Biru".

Adakah terlihat bintang-bintang di siang hari? Bintang-bintang tersebut ada di balik matahari, akan tetapi tidak bisa terlihat karena cahaya matahari begitu menyilaukan mata yang berasal dari sinarnya yang sangat kuat.

Kapankah kita bisa melihat bintang-bintang? Ya, saat malam hari dimana bagian bumi yang membelakangi matahari tidak mendapatkan sinarnya dan langit pun berubah warnanya menjadi hitam pekat, yang menurut Al-Qur'an perumpamaan wajah dari orang-orang yang banyak berbuat kejahatan itu bagaikan kepingan-kepingan malam yang gelap gulita. Mereka itulah penghuni neraka dan kekal di dalamnya.

QS. Yunus (10): 27


Adapun orang-orang yang berbuat kejahatan (akan mendapat) balasan kejahatan yang setimpal dan mereka diselubungi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dari (azab) Allah, seakan-akan wajah mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gulita. Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

Sekarang coba anda bayangkan saat anda melihat bumi dari luar angkasa atau dari permukaan bulan. Berwarna apakah bumi kita yang sebagian sisinya mendapatkan sinar matahari? Ya, sebagian besar berwarna biru. Sedangkan sebagian sisi yang tidak mendapatkan sinar matahari berwarna hitam gelap.

Lalu berwarna apakah langit dilihat dari luar angkasa? Ya semuanya berwarna hitam gelap gulita, baik dari depan, belakang, atas dan bawah, maupun dari kanan atau kiri kita. Yang bersinar hanyalah matahari dan milyaran bintang sebagai penghias dan pengisi langit pertama yang menurut Al-Qur'an sebagai alat-alat pelempar setan.

QS. Al-Mulk (67): 5


Dan sungguh, telah Kami hiasi langit yang dekat, dengan bintang-bintang dan Kami menjadikannya (bintang-bintang itu) sebagai alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka azab neraka yang menyala-nyala.

Ya, berhati-hatilah dalam berprasangka atau menduga-duga atau berkomentar menurut sudut pandang kita saja yang seakan-akan terlihat benar.

Padahal bisa jadi prasangka atau dugaan atau perbuatan kita itu adalah peran dari bisikan setan di dalamnya yang membuat segalanya terasa indah dalam sudut pandang kita saja.

QS. Al-Hijr (15): 39


Ia (Iblis) berkata, "Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya,

Ya, setan dan termasuk nenek moyang mereka yaitu Iblis, akan selalu berusaha untuk menyesatkan kita semua ke dalam kebinasaan. Setan dan Iblis adalah musuh yang nyata bagi manusia, maka jangan dijadikan sebagai teman tetapi jadikanlah mereka sebagai musuh.

QS. Al-Isra (17): 53


Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sungguh, setan itu (selalu) menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sungguh, setan adalah musuh yang nyata bagi manusia.

Janganlah bekerjasama dengan mereka apalagi menuruti bisikan setan untuk melakukan perbuatan keji dan mungkar, karena mereka hanya mengajak golongannya menjadi penghuni neraka.

QS. Fatir (35): 6


Sungguh, setan itu musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh, karena sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.

Ya, jauhilah atau tinggalkanlah segala dugaan, prasangka atau sudut pandang yang merasa perbuatan jahat kita terasa indah dan sedap dipandang mata, karena sudut pandang kita sebagai manusia hanyalah sudut pandang makhluk 3 dimensi yang hanya bisa melihat sesuatu hal yang berdimensi 3 atau dimensi dibawahnya dan tidak bisa melihat setan sebagai makhluk berdimensi lebih tinggi yaitu berdimesi 4.

QS. Al-Anfal (8): 48


Dan (ingatlah) ketika setan menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan (dosa) mereka dan mengatakan, "Tidak ada (orang) yang dapat mengalahkan kamu pada hari ini, dan sungguh, aku adalah penolongmu." Maka ketika kedua pasukan itu telah saling melihat (berhadapan), setan balik ke belakang seraya berkata, "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu; aku dapat melihat apa yang kamu tidak dapat melihat; sesungguhnya aku takut kepada Allah." Allah sangat keras siksa-Nya.

Amatilah segala fenomena alam semesta ini dengan sudut pandang yang menyeluruh (holistik) dan jangan memahami sebagian saja, karena kita hanya bisa melihat dari sudut pandang kita saja.

Kita butuh berkolaborasi dengan orang lain yang berlainan tempat, berlainan ruang dan berlainan waktu atau berlainan suku dan bangsa yang ada di bumi ini untuk memahami bumi seisinya dan membutuhkan peran para ulama (ilmuwan atau orang yang ahli di bidangnya seperti ahli di bidang agama, ahli iptek, ahli kedokteran, pilot, astronot dan lain sebagainya), untuk dapat memahami bumi dan langit dari ruang angkasa dengan bantuan alat seperti teleskop, satelit, pesawat ulang alik, stasiun ruang angkasa dan lain sebagainya. Hanya ilmuwan-lah yang takut kepada-Nya.

QS. Fatir (35): 28


Dan demikian (pula) di antara manusia, makhluk bergerak yang bernyawa, dan hewan-hewan ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama (ilmuwan). Sungguh, Allah Maha Perkasa, Maha Pengampun.

Semua kolaborasi itu kita lakukan untuk dapat bertafakur dalam menyaksikan dan memahami kebenaran yang Dia hamparkan di alam semesta. Karena sesungguhnya Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar.

QS. Al-Jatsiyah (45): 22


Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar, dan agar setiap jiwa diberi balasan sesuai dengan apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dirugikan.

Semua kebenaran berasal dari Allah dan dugaan itu tidak sedikitpun berguna untuk melawan kebenaran, seperti yang Allah wahyukan dalam ayat berikut ini:

QS. Yunus (10): 36


Dan kebanyakan mereka hanya mengikuti dugaan. Sesungguhnya dugaan itu tidak sedikit pun berguna untuk melawan kebenaran. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

Selalulah untuk berprasangka baik terlebih dahulu atas setiap fenomena alam dan juga terhadap segala sesuatu yang Allah kehendaki terjadi kepada diri kita, dan bukan berprasangka buruk atau menduga-duga saja tanpa melihatnya dari sudut pandang menyeluruh (holistik).

QS. Al-Hujarat (49): 12


Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang.

Bisa jadi apa yang kita suka belum tentu baik dan mengandung kebenaran. Dan sebaliknya bisa jadi apa yang kita tidak suka belum tentu buruk dan mengandung kesalahan untuk kita. Karena Allah sebagaimana prasangka hamba-Ku terhadap-Ku.


Semoga bermanfaat....wallahu 'alam bishahwab

Ditulis @Cileungsi Bogor, 13 Juli 2016 / 08 Syawal 1437 H

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Kontak

Jawa Barat
081807993725 / 08128111963
5667A231
08128111963
heronoor@gmail.com

Jejaring Sosial

© Copyright 2017 Hendro Noor Herbanto. Oleh Webpraktis.com | sitemap