Artikel Populer

Kenapa Puasa Tidak Dilakukan Pada Malam Hari?

Kenapa Puasa Tidak Dilakukan Pada Malam Hari?

Admin Rabu, 29 Maret 2017 Tulisanku
Kenapa Puasa Tidak Dilakukan Pada Malam Hari?

Tanggal 29 Maret 2017 sudah memasuki bulan Rajab dalam penanggalan Hijriyah, dimana kurang dari dua bulan lagi kita akan memasuki bulan Ramadan. Bagi yang masih punya hutang puasa, masih ada kesempatan untuk melunasinya.

Bulan Ramadan adalah bulan diwajibkan bagi orang-orang yang beriman untuk berpuasa satu bulan penuh untuk tidak makan dan minum serta menahan diri dalam berkata-kata yang tidak baik serta menjaga pandangan mata, pendengaran maupun perbuatan tercela.

Perintah berpuasa tidak hanya diwajibkan kepada Nabi Muhammad Saw dan umatnya hingga sekarang sampai akhir zaman nanti, tetapi perintah puasa juga telah diwajibkan kepada orang-orang terdahulu agar kita bertakwa.

QS. Al-Baqarah (2): 183
Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Pada bulan Ramadan pula Kitab Suci Al-Qur'an turun untuk pertama kalinya sebagai petunjuk, pembeda antara yang benar dan salah, dan pengobat berbagai macam penyakit.

QS. Al-Baqarah (2): 185
Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.

Kali ini kita sama-sama belajar untuk memahami kewajiban berpuasa dan waktu ditetapkan puasa dari waktu subuh hingga waktu maghrib sehingga nantinya kita mendapatkan kepahaman yang mendalam tentang makna puasa itu sendiri.

Tulisan kali ini saya angkat karena ada pertanyaan dari anak saya tentang ditetapkannya puasa untuk orang-orang beriman di waktu siang hari.

Anak saya yang kedua pernah bertanya seperti berikut, "Pah, kenapa ya Allah mewajibkan kita berpuasa pada siang hari, kenapa berpuasanya tidak malam hari saja?" Saya pun berkata, "Memangnya kenapa adik bertanya seperti itu?" Ia pun menjawab, "Jika malam hari puasanya enak pah, kita makan sahur sebelum maghrib, terus shalat maghrib lalu dilanjut dengan shalat Isya dan belajar, kemudian jika sudah mengantuk adik tinggal tidur. Dan keesokan harinya, sebelum masuk waktu subuh adik bangun tidur lalu siap-siap untuk berbuka puasa....hehe asyik kan pah."

Terlintas pertanyaan anak saya tersebut cukup membuat saya berpikir, kenapa puasa Ramadan waktunya di siang hari? Pasti ada alasan yang kuat dari Allah sehingga kita bisa mengambil pelajaran dan menjadikan orang yang berpuasa menjadi sehat jika dijalankan secara baik dan benar.

Tubuh kita punya alarm yang pada saat dibutuhkan akan membunyikan alarm tersebut. Sebagai contoh saat kita butuh makan maka alarm yang dibunyikan adalah perasaan lapar. Juga saat kita kekurangan cairan tubuh, maka alarm yang ditimbulkan adalah perasaan dahaga.

Secara normal dan alamiah tubuh manusia dalam 24 jam pada umumnya dibagi menjadi 3 tahap proses yang masing-masing prosesnya memakan waktu sekitar 8 jam, yaitu:
  1. Mencerna pada siang hari
  2. Menyerap dan metabolisme pada malam hari
  3. Membuang hasil dari metabolisme berupa sampah pada pagi hari

Tubuh manusia (badan) secara umum dapat melakukan ketiga proses tersebut setiap saat secara simultan. Tetapi untuk mencerna makanan tubuh kita memiliki kecenderungan terbesar pada siang hari antara jam 12 siang sampai jam 8 malam.

Kemudian antara jam 8 malam sampai jam 4 pagi badan manusia cenderung melakukan penyerapan zat-zat hasil pencernaan tadi sampai pada tahap metabolisme secara lebih intensif. Untuk itu, pada jam-jam ini badan jangan diberi tugas kembali untuk melakukan proses pencernaan supaya proses penyerapan berjalan optimal (berhenti makan malam setelah jam 8 malam).

Lalu 8 jam terakhir yaitu antara jam 4 pagi sampai jam 12 siang, badan cenderung untuk melakukan pembuangan sampah-sampah hasil dari metabolisme dan umumnya ditandai dengan rasa "Sakit perut" untuk pergi ke belakang dan membuang hadast besar.

Itulah mengapa puasa Ramadan diwajibkan bagi orang-orang yang beriman di waktu siang hari agar semua proses tersebut bisa berjalan secara normal sesuai waktunya (masing-masing proses berjalan selama 8 jam) atau dengan kata lain dengan berpuasa kita memberikan kesempatan bagi tubuh untuk berproses dan beristirahat sesuai dengan peranannya masing-masing.

Puasa di siang hari juga melatih kita untuk tetap bekerja keras dengan otot dan bekerja cerdas dengan otak untuk merasakan saat kita sedang kelaparan seperti yang dialami orang-orang dhuafa atau orang-orang miskin.

Ya, dengan berpuasa kita tetap melatih diri untuk selalu ingat Allah di saat sedang berada di posisi yang kurang beruntung untuk sekadar merasakan apa yang saudara-saudara kita yang kurang beruntung rasakan.


Semoga bermanfaatwallahu alam bishawab.

Salam hangat,
HNH

Ditulis @ Cileungsi Bogor - Indonesia, 29 Maret 2017 / 1 Rajab 1438

Note:
Jika artikel ini bermanfaat, sila dibagikan dan marilah kita semua sama-sama belajar dan berproses serta berlomba-lomba dalam menyebarkan pesan kebenaran dan kebaikan kepada seluruh alam.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Kontak

Jawa Barat
081807993725 / 08128111963
5667A231
08128111963
heronoor@gmail.com

Jejaring Sosial

© Copyright 2017 Hendro Noor Herbanto. Oleh Webpraktis.com | sitemap