Artikel Populer

Kitab Yang Nyata Dan Tidak Ada Keraguan Di Dalamnya

Kitab Yang Nyata Dan Tidak Ada Keraguan Di Dalamnya

Admin Rabu, 06 September 2017 Tulisanku
Kitab Yang Nyata Dan Tidak Ada Keraguan Di Dalamnya

Yuk, sama-sama belajar dan berproses untuk memahami apa yang sudah Allah turunkan kepada kita semua agar menjadi orang-orang yang yakin bahwa Al-Quran itu adalah benar.

Ada yang tahu tidak:

A. Pertanyaan tentang rukun iman
1. Di dalam rukun Iman berikut ini, yang mana satu-satunya yang nyata di antara yang gaib?
a. Allah
b. Malaikat-Malaikat
c. Kitab-Kitab
d. Nabi-nabi
e. Hari Kiamat
d. Qadar dan Qadla

2. Di antara kitab suci-kitab suci yang diturunkan kepada para utusannya di bumi, manakah kitab suci yang diturunkan kepada bapaknya para nabi yaitu Nabi Ibrahim As?
a. Zabur
b. Injil
c. Al-Quran
d. Kauliyah (ayat-ayat semesta alam)
e. Taurat

3. Jika ada suatu ayat dalam Al-Quran yang bercerita tentang hal yang di luar nalar manusia seperti mukjizat para nabi, bagaimana seharusnya sikap kita terhadap ayat tersebut?
a. Setengah yakin, setengah ragu
b. Ragu-ragu
c. Tidak percaya
d. Tidak ada keraguan sedikitpun

4. Jika Al-Quran diturunkan dari Allah kepada utusan yang terakhir, manakah urutan yang benar berikut ini?
a.
Allah
Al-Quran
Jibril
Muhammad

b.
Al-Quran
Allah
Muhammad
Jibril

c.
Allah
Jibril
Al-Quran
Muhammad

d.
Allah
Jibril
Muhammad
Al-Quran

B. Pertanyaan tentang rukun Islam

1. Jika "rukun iman" adalah percaya kepada yang gaib dan nyata, maka "membaca 2 kalimat syahadat" merupakan rukun apa? Dan ada diurutan berapa?

2. Jika syahadat artinya "menyaksikan" lalu membaca 2 kalimat syahadat itu artinya menyaksikan yang gaib atau yang nyata?

Sila dijawab menurut keyakinan masing-masing. Semoga membawa kemanfaatan kepada kita semua.

Berikut tulisan selengkapnya untuk bisa menjawab pertanyaan di atas:


Kitab Yang Nyata Dan Tidak Ada Keraguan Di Dalamnya
Oleh: Hendro Noor Herbanto


Kitab Al-Quran adalah buku pedoman dan petunjuk dari kegelapan dan tidak ada suara menuju cahaya yang terang benderang dan suara yang terdengar alias jelas. Kondisi gelap dan diam diibaratkan seperti orang buta dan tuli yang tidak dapat melihat dan mendengar. Sedangkan kondisi terang dan bersuara adalah keadaan yang awalnya gelap dan diam menjadi jelas terlihat dan terdengar akibat ada cahaya dan suara yang menerangi dan terdengar sehingga menghasilkan petunjuk yang jelas atau kita dapat melihat melalui indra penglihatan yaitu mata dan indra pendengaran yaitu telinga.

Untuk memahami kitab yang jelas (nyata) kita dapat menghubungkannya dengan dua rukun dasar dalam Islam yaitu rukun iman dan rukun Islam.

Iman artinya percaya yang merupakan dasar keyakinan dalam agama Islam. Islam artinya menjalani hasil dari proses iman dengan perbuatan yang nyata melalui semua modal yang ada pada diri manusia seperti akal, pendengaran, penglihatan, hati dan anggota-anggota tubuh (mulut, tangan dan kaki) agar menjadi hamba yang tunduk berserah diri untuk taat dan menjadi bertakwa.

Menurut Al-Quran ada 5 rukun iman dan menurut hadits nabi selain 5 rukun menurut Al-Quran masih ditambah 1 lagi sehingga rukun iman terdiri dari 6 rukun yaitu:
  1. Percaya kepada Allah
  2. Percaya kepada malaikat-Nya
  3. Percaya kepada kitab-Nya
  4. Percaya kepada nabi dan rasul-Nya
  5. Percaya kepada hari kiamat
  6. Percaya kepada takdir qadla dan qadar

Diantara 6 rukun iman di atas ada rukun yang gaib maupun yang nyata (tidak gaib). Manakah yang gaib dan yang nyata?

Gaib mempunyai pengertian tidak dapat dilihat/didengar/disaksikan pada waktu sekarang dengan panca indra kita seperti telinga dan mata. Sedangkan nyata mempunyai pengertian sebaliknya yaitu bisa dilihat/didengar/disaksikan dengan panca indra sekarang ini.

Waktu dibagi menjadi tiga kejadian yaitu memuat segala informasi dari waktu lampau, waktu sekarang dan waktu yang akan datang.

Sekarang kita bahas tentang rukun iman dengan memilah manakah yang termasuk rukun iman yang gaib maupun yang nyata.

1. Allah; termasukgaib karena tidak dapat disaksikan dengan mata telanjang atau didengar melalui telinga.
2. Malaikat-Nya; termasukgaib karena tidak dapat dilihat dan didengar.
3. Kitab suci: termasuknyata karena dapat kita lihat, dengar, dan rasakan hikmahnya sekarang ini sewaktu membacanya yang mengandung semua informasi pada waktu lampau sebagai kabar gembira bagi yang beriman dan pemberi peringatan bagi yang belum beriman serta bekal terbaik di akhirat nanti dan pedoman untuk kita semua dalam mengarungi hidup dengan sepenuh hati.
4. Nabi dan rasul-Nya; termasuk gaib karena nabi dan rasul hidup di masa lampau yang tidak dapat kita lihat bentuk fisiknya maupun perkataannya secara langsung (real time online) sehingga kita tidak bisa mendengar perkataannya tersebut saat ini dikarenakan belum adanya teknologi canggih seperti media yang bisa mengabadikan/merekam gambarnya dalam bentuk foto, suara maupun video. Walaupun secara jenisnya kita meyakini para nabi dan rasul adalah dari jenis manusia yang nyata.
5. Hari kiamat; termasukgaib dimana waktu kejadiannya di hari yang akan datang dan hanya Allah saja yang tahu kapan terjadinya.
6. Takdir qadar dan qadla; termasuk gaib karena takdir qadar adalah pemberian mutlak dari Allah saat menciptakan diri kita dari rahim ibu kita dan kita tidak dapat memilihnya, seperti dilahirkan dari ibu yang berkebangsaan mana, atau dilahirkan sebagai laki-laki atau perempuan, atau dilahirkan dari orangtua yang memeluk agama apa, atau dari orangtua yang miskin atau kaya dan sebagainya. Sedangkan takdir qadla adalah usaha yang lakukan untuk merubah takdir. Baik atau buruknya takdir tergantung usaha yang dilakukan, misalnya awalnya ia lahir dari keluarga yang miskin, tapi karena ia bersungguh-sungguh dalam bekerja keras akhirnya ia menjadi seorang yang kaya. Demikian sebaliknya yang awalnya ia berasal dari keluarga kaya, karena malas bekerja ia menjadi jatuh miskin. Atau contoh lainnya misalnya apa yang kita usahakan hari ini, hasil di hari esok kita tidak pernah tahu, apakah membawa hasil untung atau hasil rugi atau tidak mendapatkan hasil sama sekali.

Rukun selanjutnya adalah rukun Islam yang terdiri dari 5 rukun.
1. Mengucapkan 2 kalimat syahadat.
2. Mengerjakan shalat.
3. Mengerjakan puasa.
4. Menunaikan zakat.
5. Mengerjakan haji.

Sebelum mengerjakan atau menunaikan rukun Islam yang no. 2 sampai dengan no. 5, kita diwajibkan bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan-Nya.

Asal kata syahadat berasal dari kata-kata bahasa Arab yaitu syahida yang berarti "telah menyaksikan". Dalam syariat Islam syahadat berarti sebuah pernyataan keimanan atau kepercayaan dalam menuhankan Tuhan yang Esa yaitu Allah SWT dan Nabi Muhammad Saw sebagai utusan-Nya.

Secara umum, pengertian syahadat berarti bersaksi bahwa tidak ada satupun tuhan yang lain yang berhak disembah melain hanya Allah SWT dan bersaksi bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah.

Bisakah kita "menyaksikan atau bersyahadat" terhadap hal yang gaib? Seperti yang sudah dibahas pada rukun iman bahwa Allah dan Nabi Muhammad Saw termasuk yang gaib.

Ternyata bisa, yaitu dari informasi keenam rukun iman tersebut di atas, yaitu hanya ada satu yang nyata atau yang dapat kita saksikan sekarang ini yaitu "kitab suci Al-Quran".

Kitab suci Al-Quran adalah bagian dari ayat-ayat kauniyah yang merangkum di dalamnya kitab-kitab suci sebelumnya yaitu kitab Injil, Taurat dan Zabur.

Selain kitab suci yang tersurat ada juga yang disebut dengan kitab alam semesta yang juga disebut dengan ayat-ayat kauliyah, seperti yang dicontohkan oleh bapaknya para nabi yaitu Nabi Ibrahim saat melihat/menyaksikan benda-benda langit dari bumi seperti bintang, bulan dan matahari yang dikiranya sebagai Tuhan seluruh alam.

Dari uraian tentang rukun iman dan Islam di atas, apakahAnda sudah mengaji dan mengkaji dari ayat-ayatnya yang nyata (Al-Quran) dimana tidak ada satupun keraguan di dalamnya? Dan sudahkah Anda memikirkan (tafakur) tentang ayat-ayat semesta atau penciptaan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya serta silih bergantinya malam dan siang termasuk proses penciptaan manusia yang berasal dari segumpal darah (alaqah) seperti yang Allah perintahkan untuk "membaca dan memperhatikan" ciptaan-Nya yang nyata bentuk kejadiannya seperti diwahyukan pertama kali kepada Nabi Muhammad Saw melalui perantaraan Malaikat Jibril.

QS. Al-Alaq (96): 1-5
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan; Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah (alaqah); Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah; Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam; Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Ya, ternyata kita hanya bisa melihat/mendengar/menyaksikan/bersyahadat terhadap yang nyata, yaitu ayat-ayat qauliyah (berupa informasi dari kitab suci) dan ayat-ayat kauniyah (ciptaan-Nya berupa langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya termasuk ciptaan-Nya yang bernama manusia). Disitulah yang gaib akan terasa ada. Merasakan (dzikrullah) kehadiran Tuhan seluruh alam atas syahadatnya saat melihat ciptaan-Nya Yang Maha Besar.

Termasuk merasakan contoh-contoh perbuatan Rasulullah Saw yang bermanfaat bagi seluruh alam dengan akhlak yang baik. Biarpun secara waktu kita tidak bertemu langsung secara real time online (gaib) dengan Rasulullah, tetapi contoh-contoh teladan yang beliau perbuat meninggalkan rahmat bagi seluruh alam atau hikmahnya sampai sekarang ini dapat kita ambil pelajarannya sebagai panutan yang terbaik.

Mari kita baca dan kaji secara tartil Kitab Al-Quran (berangsur-angsur, perlahan dan benar), karena ia kitab yang nyata dan tidak ada sedikitpun keragu-ragunan di dalamnya sebagai petunjuk bagi orang yang beriman dan beramal saleh serta peringatan bagi seluruh alam.

Q.S. Al-Qalam: 52
Padahal Al-Qur'an itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam.


Semoga bermanfaat. Wallahu 'alam bishahwab

Salam Hangat,
Hendro Noor Herbanto
Writerpreneur | Entrepreneur | Composer

Ditulis @Cileungsi Bogor - Indonesia
6 September 2017 / 15 Dzulhijjah 1438 H


Jika artikel ini bermanfaat, sila dibagikan dan marilah kita semua sama-sama belajar dan berproses serta berlomba-lomba dalam menyebarkan pesan kebenaran dan kebaikan kepada seluruh alam.


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Kontak

Jawa Barat
081807993725 / 08128111963
5667A231
08128111963
heronoor@gmail.com

Jejaring Sosial

© Copyright 2017 Hendro Noor Herbanto. Oleh Webpraktis.com | sitemap