Artikel Populer

Life Is Never Flat

Life Is Never Flat

Admin Senin, 16 November 2015 Tulisanku
Life Is Never Flat

Life Is Never Flat
Oleh: Hendro Noor Herbanto

Allah SWT sering kali di dalam Al-Quran mengajak kita hamba-Nya untuk memperhatikan ciptaan-Nya yang terdapat di langit dan bumi sebagai tanda-tanda Kebesaran-Nya bagi kita semua manusia yang mempunyai akal kecerdasan.

Dengan hati kita selalu mengingat Allah dan dengan akal kita selalu berpikir tentang ciptaan-Nya sambil berdiri, duduk dan berbaring seraya berkata, "Tiada yang sia-sia atas ciptaan-Mu ini ya Allah, maka peliharalah diriku dari siksa api neraka-Mu."

Mengingat Allah (dzikrullah) sering kali di sebut di dalam Al-Qur'an berbarengan dengan memikirkan tentang ciptaan-Nya (tafakur) yang terhampar di langit dan di bumi dan apa yang ada diantara keduanya termasuk apa yang ada pada diri sendiri sebagai makhluk yang bernama manusia.

QS. Ali 'Imran (3) : 191
(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah (dzikrullah) sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan (tafakur) langit dan bumi (seraya berkata), "Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.

QS. Surat Ar-Rum (30) : 8
Dan mengapa mereka tidak memikirkan (tafakur) tentang (kejadian) diri mereka? Allah tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya banyak di antara manusia benar-benar mengingkari pertemuan dengan Tuhannya.

Semua manusia dimanapun ia berada, apakah tinggal di belahan dunia utara, selatan, timur dan barat atau dilahirkan dari peran orang tua kita yang berkebangsaan Indonesia, Malaysia, Thailand, China, Jepang, Korea, India, Pakistan, Bangladesh, Arab Saudi, Mesir, Israel, Turki, Iran, Irak, Suriah, Italia, Belanda, Jerman, Prancis, Spanyol, Inggris, Maroko, Nigeria, Ethiopia, Pantai Gading, Afrika Selatan, Amerika Serikat, Kanada, Brazil, Chile, Argentina, Kolombia, Paraguay, Australia dan Selandia Baru serta bangsa-bangsa lainnnya yang ada di dunia ini diciptakan Tuhan dengan modal yang sama yang terlahir sebagai seorang bayi dari rahim ibu kita.

Apakah modal yang sama dari seorang bayi yang baru lahir itu?

Coba perhatikan bayi yang baru lahir ke dunia. Dari ujung rambut ke ujung kaki terdiri dari:
  1. Kepala yang di dalamnya ada otak untuk berpikir.
  2. Badan yang di dalamnya ada jantung, paru-paru, liver, ginjal, usus dan lainnya untuk mekanisme pernafasan dan pengolahan makanan menjadi tenaga.
  3. Dua tangan yang masing-masing terdiri dari lima jari di tangan kanan dan lima jari di tangan kiri untuk memegang atau melakukan sesuatu.
  4. Dua kaki yang masing-masing terdiri dari lima jari di kaki kanan dan lima jari di kaki kiri untuk berjalan atau berlari.
  5. Dua buah telinga di kanan dan kiri kepala yang berfungsi untuk mendengar.
  6. Dua buah mata di kanan dan kiri di depan kepala yang berfungsi untuk melihat.
  7. Satu hidung dengan dua lubangnya untuk bernafas dengan menghirup oksigen dari udara dan menghembuskan karbondioksida ke udara.
  8. Satu mulut yang berfungsi untuk makan dan minum serta mengeluarkan suara.
  9. Satu alat reproduksi yang berbeda bentuk untuk jenis kelamin laki-laki dan perempuan untuk berketurunan.
  10. Satu hati yang ada di dalam dada yang berguna untuk memilih atau memahami sesuatu.

Itu semua yang dinamakan dengan modal yang sama atau sebuah potensi yang ada pada setiap bayi yang baru lahir dan nantinya siap digunakan pada tahap proses hidup selanjutnya, dari bayi menjadi balita, lalu anak-anak, lalu remaja, lalu dewasa, lalu menikah, lalu punya anak, lalu tua dan akhirnya mati meninggalkan dunia ini.

Hidup adalah berproses. Hidup itu dinamis bukan statis. Coba anda bayangkan jika sesuatu yang hidup itu diam tak bergerak. Itu dinamakan sudah tidak bergerak lagi alias mati.

Contohnya adalah perputaran bumi pada porosnya (rotasi) sehingga menghasilkan malam dan siang dalam 24 jam. Bayangkan jika bumi yang kita diami ini tidak bergerak atau berputar. Sisi yang menghadap matahari akan terjadi pemanasan secara terus menerus yang mengakibatkan air dipermukaan bumi akan habis termasuk air dan darah yang ada di dalam tubuh kita-pun akan mendidih. Sisi sebaliknya akan terjadi pendinginan yang ekstrim secara terus menerus yang mengakibat pembekuan di seluruh penjuru bumi.

Contoh lainnya adalah roda yang berputar. Jika kita naik kendaraan misalnya kendaraan bermotor dari rumah ke kantor berjarak 10 km dan ditempuh dalam waktu 30 menit, apakah rodanya diam di tempat? Tidak, rodanya pasti bergerak berputar dari atas ke bawah ribuan kali putarannya secara terus menerus sampai ke tempat tujuan dengan selamat.

Hidup itu harus merasakan posisi di atas maupun posisi di bawah di sepanjang hidup layaknya roda yang berputar dan merasakan hidup di setiap kondisi dan waktu yang menyertai.

Hidup itu harus merasakan tu7uh suara yang berulang yaitu: 1 (do), 2 (re), 3 (mi), 4 (fa), 5 (sol), 6 (la) dan 7 (si), seperti naik turunnya nada yang membentuk lagu gembira ataupun lagu yang sedih yang kita dengarkan.

Hidup itu harus merasakan tu7uh warna yang berulang atau sering kita sebut sebagai warna pelangi yaitu: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu (mejikuhibiniu), layaknya warna warni kehidupan yang digambarkan dengan ketu7uh warna tersebut. Kadang warna kuning, kadang warna hijau. Kadang warna merah dan kadang warna biru. Dan warna lainnya yang menggambarkan hitam dan putihnya kehidupan yang kita lihat dan rasakan.

Suka dan duka, tawa dan tangis, pahit dan manis kehidupan akan terjadi pada semua manusia yang hidup dan nanti mati di dunia ini.

Malam dan siang dibutuhkan buat seluruh umat manusia di dunia ini tanpa terkecuali. Malam digunakan buat beristirahat dan siang buat berusaha.

Semuanya itu diciptakan Tuhan tidak lain supaya kita dapat merasakan kata-kata berpasangan dan berlawanan dimanapun manusia itu berada, seperti:
  1. Langit dan bumi
  2. Malam dan siang
  3. Berusaha dan beristirahat
  4. Sehat dan sakit
  5. Muda dan tua
  6. Kaya dan miskin
  7. Lapang dan sempit
  8. Hidup dan mati
  9. Tawa dan sedih
  10. Suka dan duka
  11. Pergi dan kembali
  12. Atas dan bawah
  13. Kanan dan kiri
  14. Rajin dan malas
  15. Jatuh dan bangun
  16. Setia dan khianat
  17. Benar dan salah
  18. Baik dan buruk
  19. Manfaat dan mudharat
  20. Dan kata-kata yang menggambarkan kata berpasangan dan kata berlawanan lainnya

Hidup itu harus bergerak. Hidup itu selalu berganti dan selalu berulang pada semua ciptaan Tuhan yang terdapat di langit dan di bumi dan yang terdapat diantara keduanya dan juga yang terdapat pada diri manusia itu sendiri sebagai makhluk yang kosong dan penuh dengan keseimbangan, supaya manusia dapat memahami bahwa ciptaan-Nya tersebut pasti mengandung kebenaran-kebaikan-kemanfaatan dan tidak ada yang sia-sia buat seluruh manusia dan seluruh alam semesta.

Ya, hidup itu bukan diam ditempat (statis), tetapi hidup itu selalu bergerak (dinamis)....Life Is Never Flat.


Semoga bermanfaat....wallahu a'lam bishahwab


Salam Hangat,
Hendro Noor Herbanto
(Penulis-Komposer-Pencipta Lagu)

Ditulis @ Cileungsi Bogor - Indonesia
16 November 2015

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Kontak

Jawa Barat
081807993725 / 08128111963
5667A231
08128111963
heronoor@gmail.com

Jejaring Sosial

© Copyright 2017 Hendro Noor Herbanto. Oleh Webpraktis.com | sitemap