Artikel Populer

Manusia Makhluk Potensial

Manusia Makhluk Potensial

Admin Minggu, 27 Desember 2015 Tulisanku
Manusia Makhluk Potensial

Manusia Makhluk Potensial
Oleh: Hendro Noor Herbanto

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang termasuk apa yang ada diantara keduanya serta apa yang ada pada diri manusia itu sendiri terdapat tanda-tanda Kebesaran Allah bagi orang-orang yang berakal.

Siapakah orang-orang yang berakal itu? Yaitu orang-orang yang selalu mengingat Allah (dzikrullah) dan memikirkan tentang ciptaan-Nya (tafakur) sambil berdiri, duduk dan berbaring dan akhirnya mendapatkan kepahaman bahwasanya tiada yang sia-sia atas semua ciptaan-Nya.

Ya, kita semua inilah makhluk yang bernama manusia yang dimaksud oleh Tuhan. Dimanapun manusia itu berada. Baik yang berada dibelahan bumi utara, selatan, timur dan barat. Baik yang mempunyai warna kulit hitam kuning langsat maupun putih. Baik yang bermata sipit, sedang maupun besar.

Baik yang berasal dari benua Asia, Afrika, Amerika, Australia maupun Eropa semuanya pasti terlahir ke dunia ini melalui peran ayah dan ibu serta dilahirkan dari rahim seorang ibu.

Saat bayi yang terlahir ke dunia ini, pasti semuanya dalam keadaan telanjang bulat dan terlahir dengan susunan tubuh yang seimbang.

Dari atas kepala sampai ke telapak kaki semua manusia yang terlahir normal pasti mempunyai akal untuk berpikir. Dua buah telinga untuk mendengar. Dua buah mata untuk melihat. Dua buah tangan untuk melakukan sesuatu. Dua buah kaki untuk berjalan dan satu hati untuk memilih atau memahami.

Ya, semua 'potensi' itu Tuhan ciptakan agar manusia mau menggunakannya secara benar, baik dan bermanfaat dengan mengambil peran protagonis di setiap ruang dan waktu serta disepanjang hidupnya yang akan mendapatkan reward berupa surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai di akhirat nanti.

Dan bukan sebaliknya yaitu menggunakan semua potensi yang ada tersebut secara salah, buruk dan bermudharat yang akan dibalas dengan punishment berupa neraka yang penuh dengan kesengsaraan di akhirat kelak.

Potensi adalah kemampuan atau daya yang siap digunakan untuk menghasilkan sesuatu. Jika daya belum digunakan, ia akan tetap menjadi potensi.

Potensi sama dengan angka nol (0). Jika potensi digunakan untuk suatu perbuatan yang baik, maka ia akan menjadi angka plus (+1). Sedangkan jika digunakan untuk suatu perbuatan yang buruk, maka ia akan menjadi angka minus (-1).

Jika potensi diibaratkan sebuah timbangan di mana potensi berada di tengah-tengah perbuatan baik dan buruk, maka dapat dirumuskan sebagai berikut:

-1 < 0 > +1

Rumus diatas menandakan bahwa manusia itu sebagai makhluk yang kosong.

Selain sebagai makhluk yang kosong, manusia juga diciptakan Tuhan dengan penuh keseimbangan. Secara fisik susunan tubuhnya seimbang. Ada dua buah telinga yaitu telinga kanan dan kiri. Ada dua buah mata yaitu mata kanan dan kiri. Ada dua buah tangan yaitu tangan kanan dan kiri yang masing-masing mempunyai lima jari. Dan ada dua buah kaki yaitu kaki kanan dan kiri yang masing-masing juga mempunyai lima jari.

Keseimbangan dapat terjadi jika di antara sisi kanan dan kirinya berjumlah sama atau saling meniadakan sehingga menghasilkan angka nol (0) atau kosong.

1 = 1 atau 1 - 1 = 0

Ya, keseimbangan adalah sama dengan kosong. Kitalah manusia yang dimaksud itu, yaitu makhluk yang bernama manusia yang hidup di dunia ini dan dimanapun dia berada serta tanpa memandang status, suku, agama, ras dan antar golongan sebagai makhluk yang kosong dan penuh dengan keseimbangan.

Kosongkanlah sifat-sifat setaniah, sombong, ingin menang sendiri, serakah, tidak mau berbagi dan perbuatan buruk dan berdosa lainnya dengan banyak melakukan perbuatan di jalan yang benar, baik dan bermanfaat bagi orang banyak dan seluruh alam.

Karena kita adalah makhluk yang bernama manusia ini yang sering kali khilaf, lupa, suka menuruti hawa nafsunya, yang menurut malaikat, makhluk yang sering kali berbuat kerusakan dan pertumpahan darah di muka bumi ini.

Berdoalah selalu kepada Tuhan dengan rendah hati dan suara yang lembut untuk meminta petunjuk dan pertolongan-Nya agar selalu berada di garis edar-Nya dan tidak melenceng kemana-mana. Dan supaya kebenaran, kebaikan, keadilan, kasih, sayang, damai dan cinta akan selalu tumbuh subur dan bermanfaat di muka bumi ini hingga hari akhir nanti.

Ya, tiada daya dan upaya manusia (sebagai makhluk yang kosong/seimbang/potensial) melainkan hanya pertolongan dari Tuhan Yang Maha Esa (Satu) semata.


Semoga bermanfaat....wallahu 'alam bishahwab

Salam Hangat,
Hendro Noor Herbanto
(Penulis-Komposer-Pencipta Lagu-Praktisi Perbankan)

Ditulis @ Cileungsi Bogor - Indonesia, Minggu, 27 Desember 2015

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Kontak

Jawa Barat
081807993725 / 08128111963
5667A231
08128111963
heronoor@gmail.com

Jejaring Sosial

© Copyright 2017 Hendro Noor Herbanto. Oleh Webpraktis.com | sitemap