Artikel Populer

Masih Adakah Seberkas Cahaya Di Hatimu

Masih Adakah Seberkas Cahaya Di Hatimu

Admin Sabtu, 12 Agustus 2017 Tulisanku
Masih Adakah Seberkas Cahaya Di Hatimu

Baru-baru ini kita dikejutkan dengan berita menghebohkan atas seorang laki-laki yang berprofesi sebagai ahli reparasi alat-alat elektronik yang dihajar habis-habisan kemudian dibakar hidup-hidup tubuhnya hingga meninggal secara mengenaskan, dimana korban diduga mencuri amplifier di Mushola Al-Hidayah di daerah Babelan Kabupaten Bekasi.

Mengapa orang-orang tersebut begitu tega menghabisi nyawa seseorang yang belum tentu korban tersebut mencuri. Mudah sekali orang-orang yang melakukan pembunuhan tersulut api amarahnya hanya dari berita yang belum tentu benar.

Walaupun korban mencuri, apakah tidak sebaiknya ia diserahkan kepada pihak berwajib untuk dibuktikan dan diproses secara hukum? Dan bukan dihukum rimba di tempat.

Walaupun korban mencuri, apakah patut ia dihabisi dengan cara yang sangat biadab? Bahkan hewan seperti kucing yang mencuri ikan di dapur rumah kita, pasti kita tidak tega membunuh dengan membakarnya hidup-hidup.

Walaupun korban mencuri, apakah kita berhak mewakili Tuhan untuk mencabut nyawa seseorang secara tidak berperikemanusiaan? Padahal Tuhan menyuruh kita untuk memelihara kehidupan seorang manusia yang bagaikan memelihara seluruh kehidupan manusia di muka bumi ini.

Janganlah main hakim sendiri dan mau saja terhasut oleh bisikan setan. Cek dan ricek kembali berita yang datang kepada kita, apakah mengandung kebenaran, kebaikan dan kemanfaatan bagi orang banyak dan seluruh alam.

Dan jangan sebaliknya, karena kita tidak melakukan proses tabayyun, kita mencelakakan orang lain, keluarganya dan orang banyak serta seluruh alam.

Kasihanilah keluarga korban yaitu anaknya yang telah menjadi yatim dan terutama istrinya yang sedang mengandung anak kedua dan sekarang harus menjadi single parent serta tulang punggung keluarganya. Dimanakah rasa kemanusiaanmu wahai para pelaku pembunuhan? Dimanakah rasa keadilanmu wahai para pelaku pembakaran?

Jika saja yang menjadi korban adalah engkau sendiri atau keluargamu sendiri, ingatkah engkau kepada keluargamu saat melakukan pembunuhan tersebut? Ingatkah Engkau kepada Tuhanmu saat engkau melakukan pembakaran? Padahal Tuhan Maha Melihat dan menjadi saksi atas semua perbuatan kita.

Masih adakah hati nurani wahai para pelaku pembunuhan dan pembakaran? Atau jangan-jangan hatimu sudah mengeras seperti batu dan berwarna hitam legam sehingga cahaya kehidupan selalu menutupi hatimu?

Jika masih ada hati nuranimu, datangilah Tuhanmu dengan memohon ampunan-Nya dengan penuh penyesalan dan meminta maaflah kepada keluarga korban serta menyerahkan diri kepada pihak yang berwajib.

Dan itu lebih baik bagimu wahai para pelaku, daripada engkau menyesal di kemudian hari dan hatimu selalu dibayang-bayangi dosa dan kelak dibalas oleh Tuhan dengan neraka Jahanam yang disediakan bagi orang-orang zalim.

Ingatlah! Setiap perbuatan ada balasannya. Jika balasan dari-Nya tidak menemuimu di dunia, maka ia akan menemuimu di akhirat dengan balasan yang berlipat ganda besarnya dan azab yang sangat pedih. Na'udzubillahimindzalik.

Semoga bermanfaat.Wallahu alam bishshawab.

Sumber Foto: Pexels


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Kontak

Jawa Barat
081807993725 / 08128111963
5667A231
08128111963
heronoor@gmail.com

Jejaring Sosial

© Copyright 2017 Hendro Noor Herbanto. Oleh Webpraktis.com | sitemap