Artikel Populer

Melalaikan Tanda-Tanda Kebesaran-Nya

Melalaikan Tanda-Tanda Kebesaran-Nya

Admin Jum'at, 30 Oktober 2015 Tulisanku
Melalaikan Tanda-Tanda Kebesaran-Nya

Melalaikan Tanda-Tanda Kebesaran-Nya
Oleh: Hendro Noor Herbanto

Sesungguhnya kita hidup di dunia ini hanyalah hidup yang sementara saja. Hanya permainan dan senda gurau belaka.

Hidup sesungguhnya adalah hidup di alam akhirat nanti. Itulah tujuan hidup kita yang sebenarnya.

Di alam akhirat nanti, yang ada dan yang tersisa hanyalah berupa balasan saja yang pasti Tuhan berikan sebagai akibat dari perbuatan kita dahulu di dunia. Apakah akan mendapatkan reward berupa surga yang penuh kenikmatan ataukah mendapatkan punishment berupa neraka yang penuh kesengsaraan.

Ya, hidup di dunia sekarang ini sajalah seharusnya semua makhluk yang bernama manusia mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya dengan banyak melakukan perbuatan yang membawa kebenaran, kebaikan dan kemanfaatan bagi seluruh alam semesta sebagai bekal hidup di surga yang kekal abadi di akhirat nanti.

Dan bukan sebaliknya yaitu banyak melakukan perbuatan yang membawa kesalahan, keburukan dan kemudharatan bagi seluruh alam semesta yang akan di balas dengan azab yang pedih dan juga hidup di neraka yang kekal abadi.

Manusia adalah makhluk yang kosong dan penuh dengan keseimbangan.

Kosong berarti tidak ada daya dan juga upaya. Kosong berarti tidak memiliki apa-apa. Kosong juga berarti putih, nol, suci dan bersih tanpa noda dan dosa.

Semua manusia terlahir dari rahim seorang ibu dalam keadaan telanjang bulat. Tidak membawa baju, celana, apalagi uang atau harta. Terlahir dengan kodratnya secara fitrah.

Semua manusia pun saat meninggalnya (mati) juga tidak membawa apa-apa alias kembali telanjang bulat yang nanti di dalam kuburnya hanya di balut dengan kain kafan saja.

Semua manusia dimanapun ia berada, apakah tinggal di belahan dunia utara, selatan, timur dan barat atau dilahirkan dari peran orang tua kita yang berkebangsaan Indonesia, Malaysia, Thailand, China, Jepang, Korea, India, Pakistan, Bangladesh, Arab Saudi, Mesir, Israel, Turki, Iran, Irak, Suriah, Italia, Belanda, Jerman, Prancis, Spanyol, Inggris, Maroko, Nigeria, Ethiopia, Pantai Gading, Afrika Selatan, Amerika Serikat, Kanada, Brazil, Chile, Argentina, Kolombia, Paraguay, Australia dan New Zealand serta bangsa-bangsa lainnnya yang ada di dunia ini diciptakan Tuhan dengan 'modal yang sama' yang terlahir sebagai seorang bayi dari rahim ibu kita.

Apakah 'modal yang sama' dari seorang bayi yang baru lahir itu?

Coba perhatikan bayi yang baru lahir ke dunia. Dari ujung rambut ke ujung kaki terdiri dari:
1. Kepala yang di dalamnya ada otak untuk berpikir.
2. Badan yang di dalamnya ada jantung, paru-paru, liver, ginjal, usus dan lainnya untuk mekanisme pernafasan dan pengolahan makanan menjadi tenaga.
3. Dua tangan yang masing-masing terdiri dari lima jari di tangan kanan dan lima jari di tangan kiri untuk memegang atau melakukan sesuatu.
4. Dua kaki yang masing-masing terdiri dari lima jari di kaki kanan dan lima jari di kaki kiri untuk berjalan atau berlari.
5. Dua buah telinga di kanan dan kiri kepala yang berfungsi untuk mendengar.
6. Dua buah mata di kanan dan kiri di depan kepala yang berfungsi untuk melihat.
7. Satu hidung dengan dua lubangnya untuk bernafas dengan menghirup oksigen dari udara dan menghembuskan karbondioksida ke udara.
8. Satu mulut yang berfungsi untuk makan dan minum serta mengeluarkan suara.
9. Satu alat reproduksi yang berbeda bentuk untuk jenis kelamin laki-laki dan perempuan.
10. Satu hati yang ada di dalam dada yang berguna untuk memilih atau memahami sesuatu.

Itu semua yang dinamakan dengan 'modal yang sama' atau sebuah 'potensi' yang ada pada setiap bayi yang baru lahir dan nantinya siap di gunakan pada tahap proses hidup selanjutnya, dari bayi menjadi balita, lalu remaja, lalu dewasa, lalu menikah, lalu punya anak, lalu tua dan akhirnya mati meninggalkan dunia ini.

Semua manusia pasti akan merasakan tahap demi tahap proses kehidupan tadi. Saya, anda, dia, kita, kami, mereka dan kalian semua pasti sudah, sedang dan akan mengalaminya dan punya potensi tersebut.

Selain itu setiap bayi yang lahir ke dunia ini, pasti susunan tubuhnya seimbang.

"Yang telah menciptakanmu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang"
(QS. Al-Infir (82): 7)

Seimbang artinya tidak berat sebelah. Seimbang artinya mempunyai panjang kaki yang sama antara kaki kanan dan kirinya. Coba bayangkan misalnya kaki kanan lebih panjang dari kaki kiri, pasti saat kita berjalan akan pincang.

Demikian juga jika jumlah jari tangan kita misalnya yang tangan kanan berjumlah 5 jari dan tangan kiri berjumlah 4 jari, ini artinya tidak seimbang atau berat sebelah.

Keseimbangan dapat terjadi jika di antara sisi kanan dan kirinya berjumlah sama atau saling meniadakan sehingga menghasilkan angka nol (0) atau kosong.

1 = 1 atau 1 - 1 = 0

Ya, keseimbangan adalah sama dengan kosong. Kitalah manusia yang dimaksud itu, yaitu makhluk yang bernama manusia yang hidup di dunia ini dan dimanapun dia berada serta tanpa memandang status, suku, agama, ras dan antar golongan sebagai makhluk yang kosong dan penuh dengan keseimbangan.

Tuhan juga memfasilitasi semua kebutuhan dan kelangsungan hidup manusia di bumi ini untuk hidup dan berketurunan dari generasi ke generasi, dari nabi Adam dan Hawa sampai keturunan terakhir pada peristiwa hari kiamat nanti.

Ada sumber segala sumber energi yaitu Matahari yang selalu menyinari Bumi secara bergantian yang membagi sinarnya masing-masing selama 12 jam, ada yang menjadi malam untuk beristirahat dan menjadi siang untuk berusaha.

Ada yang menjadi satelit bagi bumi yaitu bulan yang dengannya semua kejadian di bumi selama kurang lebih 30 hari dapat dirangkum dengan namanya. Bulan pun berperan penting pada saat pasang surutnya air laut.

Ada yang menjadi bintang-bintang di angkasa yang luas. Dimana keberadaannya tersebut menjadi petunjuk arah bagi para nelayan di malam hari.

Ada yang menjadi tempat tinggal semua makhluk hidup yaitu bumi, dimana semua elemen yang dibutuhkan buat kelangsungan hidup berada disini, yaitu: tanah, air, api dan udara. Bumi pun berputar pada porosnya (berotasi) yang berguna menjadikan bumi sebagai malam dan siang atau sehari semalam dalam 24 jam. Bumi juga menandakan pergantian tahun, dimana dalam satu putaran penuh mengelilingi Matahari (berevolusi) beredar selama 365 hari.

Binatang dan tumbuhan pun menjadi makanan dan minuman bagi seluruh manusia di bumi. Ada yang menjadi daging, susu, telur, sayur mayur dan buah-buahan. Binatang pun ada yang menjadi binatang peliharaan, binatang tunggangan dan binatang pembajak sawah dan lainnya. Tumbuhan pun menyerap karbondioksida dan menghasilkan oksigen bagi kita.

Semua manusia juga akan merasakan yang namanya kata 'berpasangan' dan 'berlawanan' di sepanjang hidupnya. Contohnya:
1. Hidup - Mati
2. Sehat - Sakit
3. Muda - Tua
4. Kaya - Miskin
5. Waktu Luang - Waktu Sempit
6. Timur - Barat
7. Utara - Selatan
8. Kanan - Kiri
9. Atas - Bawah
10. Laki-laki - Perempuan
11. Besar - Kecil
12. Untung - Rugi
13. Malam - Siang
14. Adil - Curang
15. Cinta - Benci
16. Suka - Duka
17. Benar - Salah
18. Baik - Buruk
19. Manfaat - Mudharat
20. Dan contoh lainnya yang bisa menggambarkan kata berpasangan dan berlawanan.

Selain itu semua manusia juga diliputi dengan sunatullah/hukum-hukum Tuhan yang bertebaran di segala penjuru bumi. Ada hukum kekekalan energi. Ada hukum grafitasi. Ada hukum sebab-akibat. Dan hukum-hukum lainnya.

Kita semua juga merasakan segala sesuatu yang berjumlah 'tu7uh'. Ada tu7uh ayat-ayat yang berulang yaitu surat Al-Fatihah yang kita baca di dalam setiap raka'at shalat, dimana semua isi Al-Qur'an terangkum di dalam surat ini.

Ada tu7uh hari yang selalu berulang, yaitu: Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum'at dan Sabtu. Dimana setiap hari yang berulang itu terjadi pada semua manusia dan mencatatkan segala perbuatan baik dan buruknya yang akan diganjar oleh Allah dengan reward dan punishment di hari akhirat kelak.

Ada tu7uh lapisan langit jauh dan tu7uh lapisan langit dekat yang biasa kita sebut dengan Atmosfer, yaitu: Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, Termosfer, Eksosfer, Ionosfer dan Magnetosfer yang masing-masing lapisannya berguna untuk pertahanan bumi dari benda-benda asing dari luar bumi dan kelangsungan hidup semua manusia di bumi.

Ada pula tu7uh lapisan tanah bumi. Berbagai kajian dan penelitian geofisika telah membuktikan bahwa bumi terbentuk dari 7 lapisan tertentu dari dalam ke luar dengan susunan sebagai berikut:
1. Centrosphere (Inti Bumi)
2. Lapisan Luar Inti Bumi
3. Lapisan Terbawah Pita Bumi (Pita Bawah)
4. Lapisan Tengah Pita Bumi (Pita Tengah)
5. Lapisan Teratas Pita Bumi (Pita Atas)
6. Lapisan Bawah Kerak Bumi
7. Lapisan Atas Kerak Bumi

Di dalam ibadah Rukun Islam yang kelima pun, tu7uh yang berulang ditandai dalam ibadah 'Thawaf' yaitu mengelilingi Ka'bah sebanyak tu7uh kali dan ibadah 'Sa'i' yaitu berlari-lari kecil antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak tu7uh kali juga.

Dunia yang kita diami ini terdapat berbagai warna-warni yang begitu indah. Kita pun mengenalnya dengan tu7uh warna pelangi, yaitu: Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila dan Unggu, atau sering kita singkat sebagai: MeJiKuHiBiNiU. Warna inilah yang melambangkan perbedaan adalah rahmat. Biarpun kita berbeda-beda warnanya tetapi kita tetap satu sebagai satu ras manusia.

Suara pun demikian pula, dimana ia merambat melalui udara. Ada tu7uh tingkatan nada suara yang kita ketahui, yaitu: 1 (Do), 2 (Re), 3 (Mi), 4 (Fa), 5 (Sol), 6 (La) dan 7 (Si) atau dalam huruf biasa disebut sebagai nada: C - D - E - F - G - A - B. Hanya dari tu7uh nada yang berulang ini telah tercipta jutaan lagu dari manusia-manusia yang berada dibelahan bumi manapun, dan hebatnya lagi tidak ada lagu yang sama. Subhanallah!

Ya, semua manusia yang tinggal di muka bumi ini pasti merasakan semua yang di ceritakan diatas. Merasakan kata berpasangan dan berlawanan, apapun itu namanya. Merasakan semua sunatullah/hukum-hukum-Nya, apapun namanya. Dan merasakan tu7uh yang selalu berulang, apapun namanya.

Sebenarnya buat apakah kita diciptakan oleh Tuhan? Apakah buat sekedar hidup di dunia dengan banyak permainan dan senda gurau saja, ataukah Tuhan menciptakan manusia dengan maksud yang lain?

Apakah hanya sekedar numpang lewat dan melewati banyak tanda-tanda Kebesaran Tuhan yang terhampar di langit dan di bumi dan apa yang ada diantara keduanya termasuk apa yang ada pada diri manusia itu sendiri

Atau hidup di dunia layaknya hidup di surga saja yang serba mudah dan instan. Segala yang diinginkannya tidak perlu bersusah payah dan tanpa kerja keras mendapatkannya. Tidak mau menggunakan semua potensi yang diberikan Tuhan saat kita terlahir di dunia ini seperti akal, pendengaran, penglihatan dan hati.

Ya, ternyata kita diciptakan oleh Tuhan semesta alam semata-mata untuk memperhatikan tanda-tanda Kebesaran Tuhan yang terdapat di langit dan di bumi dan apa yang ada diantara keduanya termasuk apa yang ada pada diri kita sendiri sebagai makhluk yang bernama manusia sebagai makhluk yang kosong dan penuh keseimbangan, agar kita semua dapat menggunakan semua potensi dan semua fasilitas yang sudah diberikan oleh-Nya sehingga kita semua bisa mengenal-Nya, mendekati-Nya, mengasihi-Nya, menyayangi-Nya dan bisa beribadah dan menyembah-Nya dengan tulus ikhlas dan akhirnya mendapatkan kepahaman yang mendalam bahwa Dia-lah satu-satunya Tuhan yang menciptakan ini semua, menciptakan semua potensi manusia dan menciptakan semua fasilitas bagi seluruh manusia di muka bumi ini.

Ya, bersyukurlah kita masih diberi semua fasilitas hidup dan semua potensi yang ada pada diri kita untuk memperhatikan dan memahami tanda-tanda Kebesaran-Nya.

Dan jika kita tetap lalai dalam memperhatikan dan memahami tanda-tanda Kebesaran Tuhan, maka Tuhan pun akan mengunci mati pendengaran, penglihatan dan hati kita dan jika pada akhirnya kita mati dalam keadaan mengingkari dan kufur nikmat terhadap-Nya, maka kita pun akan mendapatkan azab yang pedih di akhirat nanti.

"Mereka mengetahui yang lahir (tampak) dari kehidupan dunia; sedangkan terhadap (kehidupan) akhirat mereka lalai.
Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? Allah tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya banyak di antara manusia benar-benar mengingkari pertemuan dengan Tuhannya."
(QS. Ar-Rm (30): 7-8)

"Mereka itulah orang yang hati, pendengaran, dan penglihatannya telah dikunci oleh Allah. Mereka itulah orang yang lalai. Pastilah mereka termasuk orang yang rugi di akhirat nanti.
(QS. An-Nal (16): 108-109)

Ya, jika kita lalai menggunakan akal, hati, pendengaran dan penglihatan yang sudah diberikan oleh Tuhan semesta alam terhadap tanda-tanda Kebesaran-Nya, pasti kita pun di akhirat nanti akan menjadi orang-orang yang paling merugi.


Semoga bermanfaat....wallahu 'alam bishahwab

Salam hangat,
Hendro Noor Herbanto
(Penulis-Komposer-Pencipta Lagu)

Ditulis @ Cileungsi Bogor - Indonesia
10 September 2015

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Kontak

Jawa Barat
081807993725 / 08128111963
5667A231
08128111963
heronoor@gmail.com

Jejaring Sosial

© Copyright 2017 Hendro Noor Herbanto. Oleh Webpraktis.com | sitemap