Artikel Populer

Memahami Makna Gerakan Shalat

Memahami Makna Gerakan Shalat

Admin Sabtu, 28 November 2015 Tulisanku
Memahami Makna Gerakan Shalat

Seringkali Allah membuat perumpamaan-perumpamaan di dalam Al-Qur'an agar kita sebagai hambanya mau mengambilnya sebagai pelajaran hidup di dunia ini.

Sebagai contohnya, ada beberapa surat di dalam Al-Qur'an yang ayat pertamanya di mulai dengan: Alif Lam Mim - pJ1 (mohon maaf kalau penulisan dalam bahasa Arab-nya, menggunakan huruf latin yang tersedia di papan ketik QWERTY).

Surat-surat tersebut diantaranya:
1. Surat Al-Baqarah (Sapi Betina)
2. Surat Ali Imran (Keluarga Imran)
3. Surat Al-Ankabuut (Laba-laba)
4. Surat Ar-Ruum (Bangsa Romawi)
5. Surat Luqman (Kisah Luqman)
6. Surat As-Sajdah (Sujud)

Mengapa Allah memulai ayat pertamanya dengan Alif Lam Mim pada surat-surat tersebut di atas? Apakah kita menyerahkan kembali kepada Allah maksud dan tujuan yang di kandung pada kalimatAlif Lam Mimtersebut?Tanpa ada usaha untuk memahaminya terlebih dahulu?

Padahal sudah jelas, bahwa perumpamaan-perumpamaan yang sudah Dia tuliskan pada Kitab-Nya pada surat-surat tersebut, supaya kita mencari tahu dan menggali kembali, maksud dan tujuan dari yang tersurat maupun yang tersirat dengan menggunakan akal sehat dan hati yang bersih agar kita mendapatkan hikmah dan pelajaran sebagai bekal kita hidup di akhirat kelak.

Berikut ini pemahaman dari kalimatAlif Lam Mim(pJ1)yang ada hubungannya dengan gerakan-gerakan pada shalat:

1. Huruf Alif (1)

Melambangkan bahwa Alif itu adalah huruf 'yang pertama' dari deretan huruf-huruf hijaiyah. Ia juga melambangkan angka 'Satu', yaitu angka yang bersimbolik kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Ia berdiri sendiri tidak menyambung kepada huruf Lam (J) dan tegak melambangkan Satu Yang Maha Kuat, Satu Yang Maha Perkasa dan Satu Yang Maha Segalanya.

Pada gerakan shalat huruf Alif (1) bersimbolik pada gerakan 'berdiri' pada sudut 0 (nol derajat).

2. Huruf Lam (J)

Merupakan huruf yang melambangkan huruf Alif yang melentur dari ketegakan (berdiri) menjadi angka 1 (Satu) yang melentur, yang jika diperhatikan menyerupai huruf Alif yang ada kailnya menjadi huruf Lam (J).

Pada gerakan shalat huruf Lam (J) bersimbolik pada gerakan 'rukuk' pada sudut 90 (90 derajat).

3. Huruf Mim (p)

Pada huruf Mim, melambangkan angka nol (0) pada posisi di atas angka satu (1) yang arahnya membumi.

Pada gerakan shalat huruf Mim (p) bersimbolik pada gerakan 'sujud' pada sudut 135 (135 derajat).

Gerakan-gerakan inti pada shalat dalam satu raka'at adalah: 1 kali berdiri, 1 kali rukuk dan 2 kali sujud.

Satu raka'at pada shalat sama dengan satu putaran melingkar dalam satuan derajat. Satu putaran melingkar = 360 derajat.

Dalam satu putaran raka'at shalat dapat disimpulkan sebagai berikut:
1) Berdiri = 1 x 0 = 0 derajat
2) Rukuk = 1 x 90 = 90 derajat
3) Sujud = 2 x 135 = 270 derajat
--------------------------------------------- +
Jumlah dalam 1 raka'at = 360 derajat

Maha Suci Allah, ternyata di dalam gerakan satu raka'at shalat, terdapat hikmah yang Allah berikan bahwa satu raka'at shalat itu sama dengan satu putaran penuh sebanyak 360, atau seperti angka nol (0) yang selalu berproses seperti orang berthawaf dalam melaksanakan ibadah haji. Layaknya seperti roda yang berputar, kadang-kadang kita berada di atas dan kadang-kadang kita berada di bawah.

Kita ini sebenarnya makhluk yang kosong/nol (0). Makhluk yang tidak mengerti apa-apa dan makhluk yang tiada daya dan upaya melainkan pertolongan Allah semata. Makhluk yang hanya ditulari sifat-sifat ketuhanan pada dirinya yang kosong, sehingga bisa berproses dari berdiri tegak, kemudian rukuk, lalu bersujud hanya menyebah Allah Yang Satu, Tuhan seluruh alam.

Bukankah pada saat kita sujud dalam shalat melambangkan kepala kita lebih rendah daripada (maaf) pantat? Begitulah seharusnya kita memaknai arti dari 'berserah diri'.

Semoga lagu berikut ini bisa menggambarkan untuk 'memahami makna gerakan shalat', dan semoga kita semua bisa mengambil pelajaran dan hikmahnya. Aamiin.

Tersungkur Dalam Air Mata - Songolast Project
by. Hendro Noor Herbanto

Betapa hangat sinar mentari
Kurasa di pagi hari
Burung pun bernyanyi tiada henti
Indahnya ciptaan-MU ini

Ku mulai hari dengan bismillah
Ku akhiri alhamdulillah
Selalu berdoa dan berusaha
Meraih ridho dan karunia

Reff:
Tiada daya dan upaya
Hanya karena Allah semata
Berserah diri atas segala
Tersungkur hamba dalam air mata

Hanya pada-MU, kami menyembah
Kepada-MU, hanya memohon
Tunjukkanlah jalan yang lurus
Tak ada tuhan selain Allah

Reff:
Tiada daya dan upaya
Hanya karena Allah semata
Berserah diri atas segala
Tersungkur hamba dalam air mata

Ooohuu woohhooo...

Berserah diri atas segalaaa...
Tersungkur hamba dalam air mata....
Tersungkur hamba dalam air mata....

#Sumber Youtube:


Semoga bermanfaat. Wallahu alam bishshawab

Salam Hangat,
Hendro Noor Herbanto

Ditulis @ Cileungsi Bogor - Indonesia
20 Agustus 2015

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Kontak

Jawa Barat
081807993725 / 08128111963
5667A231
08128111963
heronoor@gmail.com

Jejaring Sosial

© Copyright 2017 Hendro Noor Herbanto. Oleh Webpraktis.com | sitemap