Artikel Populer

Realita Yang Satu: Manusia-Pendengaran-Perbuatan-Penglihatan

Realita Yang Satu: Manusia-Pendengaran-Perbuatan-Penglihatan

Admin Selasa, 15 Desember 2015 Tulisanku
Realita Yang Satu: Manusia-Pendengaran-Perbuatan-Penglihatan

Kali ini kita sama-sama belajar untuk memahami keterkaitan antara: Manusia-Pendengaran-Perbuatan-Penglihatan dengan Sistem Bilangan Dasar.

Kitab Al-Quran adalah wahyu yang diturunkan dari Allah kepada nabi Muhammad saw melalui malaikat Jibril agar semua manusia mendapatkan pemahaman yang utuh atas ciptaan Allah yang dihamparkan di langit dan di bumi serta apa yang ada diantara keduanya, termasuk kita sebagai manusia yang berakal yang diharapkan Allah menjadi makhluk yang mau mengambil pelajaran.

Kitab Al-Quran terdiri dari dua suku kata. Kata 'Kitab' adalah suatu bahasan yang berhubungan dengan: tulisan, catatan, atau gambar. Sedangkan kata 'Al-Quran' adalah suatu bahasan yang berhubungan dengan: bacaan atau suara. Pemahaman ini berkaitan dengan angka-angka.

Sistem bilangan dasar yang kita ketahui ada empat, yaitu:

  1. Sistem Biner (Bahasa Mesin Komputer). Sistem ini terdiri dari 2 angka (Bilangan Dasar 2). Yaitu angka 0 dan angka 1. Rangkaian bahasa elektronika (mesin digital) adalah 01, contohnya bahasa mesin komputer yang sehari-hari kita gunakan.
  2. Sistem Oktal (Suara), terdiri dari 8 angka (Bilangan Dasar 8). Tinggi nada suara yang kita kenal dalam 1 oktaf berjumlah 8 nada, yaitu: Do, Re, Mi, Fa, Sol, La, Si, Do, atau bila dilambangkan dengan angka menjadi: 0-1-2-3-4-5-6-7, contohnya suara alat musik dan suara nyanyian menggunakan sistem ini.
  3. Sistem Desimal, terdiri dari 10 angka (Bilangan Dasar 10). Yaitu sistim bilangan yang paling sering kita gunakan untuk keperluan menghitung sehari-hari, yang terdiri dari: 0-1-2-3-4-5-6-7-8-9, contohnya: tombol angka pada kalkulator atau handphone menggunakan angka-angka pada sistem bilangan desimal ini.
  4. Sistem Heksadesimal, terdiri dari 16 simbol gabungan yang terdiri dari 10 angka desimal + 6 huruf latin, yaitu: 0-1-2-3-4-5-6-7-8-9-A-B-C-D-E-F. Contohnya: pengguna aplikasi editing foto atau fotografi menggunakan angka-angka sistem bilangan heksadesimal ini untuk menandakan suatu warna tertentu, misal penggabungan warna Merah-Hijau-Biru atau Red-Green-Blue (RGB) menghasilkan --> EA66EA.

Sekarang bisa kita lihat keterkaitan antara Manusia-Pendengaran-Perbuatan-Penglihatan dengan Sistem Bilangan Dasar, yaitu:

  1. Coba perhatikan keempat sistem bilangan dasar tadi, semuanya dimulai dengan angka 'nol (0)' baru kemudian angka 'Satu (1)'. Angka nol/kosong bersimbolik dengan manusia sebagai makhluk yang kosong yang tidak tahu apa-apa. Angka Satu bersimbolik dengan Allah Yang Maha Tahu Segala, yang siap mengajari manusia yang kosong dengan ilmu pengetahuan-Nya, asalkan manusia mau mempergunakan akal dan hatinya secara simultan tentang ciptaan Allah yang terhampar di langit dan bumi dan juga pada dirinya sendiri sebagai manusia yang kosong sehingga menjadi berilmu dan akhirnya paham.
  2. Bilangan Biner (01) adalah bilangan yang menjadi Dasar Ilmu Pengetahuan bagi kedekatan antara hamba dan Tuhannya. Angka nol (0) sebenarnya merupakan angka yang berpotensi menghasilkan 'sesuatu' dari kekosongan menjadi isi. Hasilnya bisa bermacam-macam banyaknya dan sangat tidak terhingga banyaknya, contohnya pada suara, perhitungan, dan warna.
  3. Bilangan Oktaf/Oktal adalah bilangan yang berhubungan dengan suara yang berjumlah 8 nada bertingkat frekwensinya. Itulah mengapa jika manusia sudah dekat dengan Allah dan Allah Yang Maha Tahu kepada siapa saja hamba-Nya yang bersungguh-sungguh menuntut ilmu maka hamba-Nya siap untuk diberikan Ilmu Pengetahuan-Nya. Yang pertama diberikan Allah kepada manusia adalah pendengaran. Kegiatan membaca/bernyanyi adalah proses terjadinya suara yang berasal dari sumber suara, kemudian menggetarkan pita suara. Alat musik-pun demikian, contohnya pada gitar dan piano. Gitar menghasilkan suara karena senar gitarnya kita petik sehingga bergetar. Semakin keras kita memetik senar gitar, semakin keras suara yang di hasilkan. Sebaliknya semakin lembut memetiknya, semakin pelan suaranya. Demikian pula dengan piano, yang di tekan tuts pianonya, yang bergetar dawai piano-nya sehingga menghasilkan suara.
  4. Bilangan Desimal adalah bilangan berbasis 10, seperti jari tangan kita yang jika di jumlahkan kedua tangan kita menghasilkan 10 jari. Kita melakukan setiap perbuatan menggunakan tangan kita yang berjari. Tangan kita bisa mengambil suatu benda untuk menulis, dan menggambar menggunakan media pensil/pulpen ke wadah kertas yang kosong-putih-bersih seperti kosongnya manusia yang siap diisi berbagai hikmah dari kalam Ilahi.
  5. Bilangan Heksadesimal adalah Bilangan Berbasis 16. Satu-satunya bilangan dasar yang menggabungkan bilangan angka dengan huruf. Bilangan ini bisa bertransformasi menjadi warna atau gambar.

Sekarang coba perhatikan realita berikut ini:

  1. Untuk Bilangan Binner (Bilangan Berbasis 2) yaitu 0 dan 1 atau ditulis (01), pada dasarnya adalah perwujudan angka nol, yaitu kita sebagai manusia makhluk yang nol/kosong yang ingin mengenal angka 1 yakni Sang Pencipta angka 0. => Kosongkanlah sifat-sifat setaniah yang sombong dengan merendahkan diri dihadapan Allah, bahwa tiada daya dan upaya melainkan hanya pertolongan Allah semata. Jadilah angka nol yang terus berputar dalam setiap ujian & cobaan-Nya, dalam setiap keadaan suka maupun duka, dalam setiap situasi yang menyenangkan & menyusahkan hidup dari-Nya.
  2. Untuk tangga nada dalam Bilangan Oktaf (Bilangan Berbasis 8), kenapa dimulai dari 0 s/d 7 (0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7) dan bukan dimulai dari 'Do ke Do tinggi?' (1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, i)? => Karena angka nol (0) dalam teori musik adalah angka diam (tanda diam). Ya, nol sama dengan kosong atau suara yang diam. Kita-kita inilah, makhluk yang kosong, yang berpotensi siap 'mengisi suara' dengan bermacam kemungkinan nada yang hanya berjumlah tu7uh, menjadi nada: 1 (Do), 2 (Re), 3 (Mi), 4 (Fa), 5 (Sol), 6 (La), dan 7 (Si). Subhanallah! Hanya dengan tu7uh nada yang berbunyi, sudah jutaan lagu tercipta dari manusia-manusia di seluruh dunia dengan berbagai kombinasi nada, panjang-pendeknya not, nada diamnya, dan lain sebagainya.
  3. Untuk Bilangan Berbasis 10 atau Bilangan Desimal juga bukan dimulai dari angka 1, tetapi tetap dimulai dari kita sebagai angka nol (0) itu sendiri yaitu (0-1-2-3-4-5-6-7-8-9). => Teori Jarimatika pada jari tangan kanan membuktikan hal ini. Jari tangan kanan yang hanya berjumlah lima jari, bertransformasi menjadi angka yang berjumlah 9. Angka nol hanya sebagai pengguna dari angka 1 s/d 9 saja. Contoh lain ada pada alat menghitung kalkulator dan alat komunikasi handphone. Ketika kita memencet angka-angka tersebut, kita pasti tidak akan menemui angka 10, 11, 19, 33, 99, 100, dll? Terus misalnya, bagaimana kita bisa mengetik angka 10? Mudah saja, kita bisa tekan angka 1 kemudian angka 0 menjadi angka 10. Mudahkan! Coba deh buktikan.
  4. Untuk Bilangan Berbasis 16 atau Bilangan Heksadesimal, angka permulaannya tetap di mulai dengan angka nol (0) yaitu: 0-1-2-3-4-5-6-7-8-9-A-B-C-D-E-F. => Sama seperti pembahasan diatas bahwa angka nol ini yang menjadi pengisi dunia ini dengan bermacam warna. Bukan hanya warna hitam dan putih saja, tetapi bisa bertransformasi menjadi warna pelangi, atau menjadi campuran dari bermacam kombinasi warna. Indah bukan, kalau semua warna itu kita (sebagai makhluk yang kosong) yang membuatnya, maka dunia pasti penuh dengan warna-warni. Inilah yang dinamakan "perbedaan adalah rahmat".

Semua realita yang ada di langit dan di bumi ini sebenarnya akan mengerucut ke atas, yaitu Ayat Ke 4 Al-Fatihah, dimana hanya ada Satu Raja Yang Memiliki Hari Pembalasanyaitu Allah yangbersemayam di atas 'Arsy.

Maka dari itu, mari kita sama-sama memahami ajakan Allah dengan berproses menjadi manusia yang mau mendengar dengan hati, menulis dengan hati dan melihat dengan hati, supaya selalu membawa 3 in 1 jalan cahaya Ilahi, yaitu: Kebenaran-Kebaikan-Kemanfaatan. Semua akan tumbuh menjadi 'Satu'.

Maka benarlah firman Allah SWT:

QS. Al-Hajj (22): 46
Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai HATI yang dengan itu mereka dapat MEMAHAMI atau mempunyai TELINGA yang dengan itu mereka dapat MENDENGAR? Karena sesungguhnya bukanlah MATA itu yang buta, tetapi yang buta, ialah HATI YANG ADA DI DALAM DADA.

QS. Al Baqarah (2): 269
Allah menganugerahkan AL HIKMAH (kefahaman yang mendalam tentang Al-Qur'an) kepada SIAPA yang DIA KEHENDAKI. Dan barangsiapa yang DIANUGERAHI Al Hikmah itu, ia benar-benar telah dianugerahi KARUNIA YANG BANYAK. Dan hanya orang-orang yang BERAKALLAH yang dapat mengambil PELAJARAN.


Semoga bermanfaat....wallahu a'lam bishahwab

*Sumber:
  1. Kitab Al-Qur'an
  2. Ismail Idris Musthafa, dalam bukunya: Fakta Baru Matematika Al-Qur'an - Rahasia Angka Dan Huruf Dalam Ayat-Ayat Mutasyabihat

Salam Hangat,
Hendro Noor Herbanto
Penulis-Komposer-Praktisi Perbankan

Ditulis @ Cileungsi Bogor - Indonesia
19 Maret 2015

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Kontak

Jawa Barat
081807993725 / 08128111963
5667A231
08128111963
heronoor@gmail.com

Jejaring Sosial

© Copyright 2017 Hendro Noor Herbanto. Oleh Webpraktis.com | sitemap