Artikel Populer

Satu Hati

Satu Hati

Admin Jum'at, 06 November 2015 Tulisanku
Satu Hati

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda Kebesaran Allah bagi orang-orang yang berakal.

Siapakah orang-orang yang berakal itu? Ya, ternyata orang-orang yang berakal itu adalah kita semua sebagai ras manusia yang lahir, hidup, menetap dan mati di muka bumi ini tanpa terkecuali.

Manusia-manusia itu adalah saya, anda, kita dan mereka yang mempunyai dua daun telinga untuk mendengar, dua bola mata untuk melihat, dua buah tangan dengan 10 jarinya untuk melakukan sesuatu, dua buah kaki dengan 10 jarinya untuk berjalan dan satu hati untuk merasakan atau memilih sesuatu.

Ya, hanya hati yang jumlahnya hanya satu buah. Karena jika hati jumlahnya lebih dari satu misalnya hati berjumlah dua juga seperti telinga, mata, tangan dan kaki, maka hati pun akan sulit untuk memilih sesuatu karena akan selalu bertolak belakang antara hati yang satu dengan lainnya, misalnya satu hati memilih jalan kebaikan dan satu hati lainnya akan memilih jalan keburukan.

Dan hanya hati yang letaknya di dalam dada. Jika hati terletak di luar tubuh manusia maka hati pun akan sama fungsinya dengan anggota di luar tubuh yang berjumlah dua dan apa yang kita pilih pun akan mudah di ketahui oleh orang lain.

Hanya Allah saja yang tahu apa yang ada dan dirasakan di dalam dada setiap manusia (hati). Karena Dia Maha Mengetahui dan Maha Meliputi Segala Sesuatu, apa yang dilahirkan atau disembunyikan hati setiap manusia.

Ya, dari hati-lah semua manusia bisa menerima dan merasakan sinyal-sinyal frekuensi dari Allah sehingga bisa membedakan dan memilih salah satu dari kata-kata berikut:
  1. Cinta atau benci
  2. Baik atau buruk
  3. Sehat atau sakit
  4. Suka atau duka
  5. Senang atau susah
  6. Bersih atau kotor
  7. Benar atau salah
  8. Berani atau takut
  9. Kesulitan atau kemudahan
  10. Syukur atau kufur
  11. Dan kata-kata lainnya yang bisa menggambarkan kata-kata 'berpasangan' tetapi juga kata-kata 'berlawanan'.

Dari hati juga kita bisa mendengar dengan telinga dengan menghasilkan 'suara hati' dan melihat dengan mata dengan menghasilkan 'mata hati'.

Dengan pendengaran, semua manusia bisa menerima dan memahami tu7uh suara yang berulang yang sering kita sebut dengan 'nada musik', yaitu: 1 (Do), 2 (Re), 3 (Mi), 4 (Fa), 5 (Sol), 6 (La) dan 7 (Si).

Manusia adalah makhluk yang kosong yang tiada daya dan upaya melainkan pertolongan Allah semata. Manusia bersimbolik dengan angka 0, dan Allah bersimbolik dengan angka 1.

Suara terdengar oleh telinga kita karena adanya nada-nada yang dibunyikan atau digetarkan dan diterima oleh telinga manusia sebagai makhluk yang kosong.

Kita mengenal tingkatan nada dengan nama 'oktaf' yang terdiri dari delapan nada atau 'Bilangan Dasar 8' (BD-8), yaitu:

Oktaf: 0 - 1 - 2 - 3 - 4 - 5 - 6 - 7
------------------------------
BD-8: 1 - 2 - 3 - 4 - 5 - 6 - 7 - 8

Contohnya semua alat musik dan suara nyanyian menggunakan sistem ini.

Untuk tangga nada dalam Bilangan Oktaf (Bilangan Dasar 8), kenapa dimulai dari 0 s/d 7 (0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7) dan bukan dimulai dari 'Do ke Do tinggi?' (1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, i)?

Ya, Karena angka nol (0) dalam teori musik adalah angka diam (tanda diam). Ya, nol sama dengan kosong atau suara yang diam. Kita-kita inilah, makhluk yang kosong, yang berpotensi siap 'mengisi suara' dengan bermacam kemungkinan nada yang hanya berjumlah tu7uh, menjadi nada: 1 (Do), 2 (Re), 3 (Mi), 4 (Fa), 5 (Sol), 6 (La), dan 7 (Si).

Subhanallah! Hanya dengan 7 nada yang berbunyi, sudah jutaan lagu tercipta dari manusia-manusia di seluruh dunia dengan berbagai kombinasi nada, beat per minute nya atau tempo nya, bar nya, nada dasarnya, panjang-pendeknya not, nada diamnya, dan lain sebagainya.

Demikian juga dengan penglihatan, semua manusia bisa menerima dan memahami tu7uh warna yang berulang yang sering kita sebut dengan 'warna pelangi', yaitu: Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila dan Ungu atau seringkali disebut dengan: MeJiKuHiBiNiU.

Sekali lagi diingatkan bahwasanya manusia adalah makhluk yang kosong yang tiada daya dan upaya melainkan pertolongan Allah semata. Manusia bersimbolik dengan angka 0, dan Allah bersimbolik dengan angka 1.

Warna terlihat oleh mata kita karena adanya sinar yang dipantulkan atau digetarkan dan diterima oleh mata manusia sebagai makhluk yang kosong.

Kita mengenal tingkatan warna dengan nama 'heksadesimal' yang terdiri dari gabungan 10 angka desimal dan 6 huruf latin atau 'Bilangan Dasar 16' (BD-16), yaitu:

Heksadesimal:
0-1-2-3-4-5-6-7-8-9 -A -B -C -D -E -F

BD-16:
1-2-3-4-5-6-7-8-9-10-11-12-13-14-15-16

Contohnya: pengguna aplikasi editing foto atau fotografi menggunakan angka-angka sistem bilangan heksadesimal ini untuk menandakan suatu warna tertentu, misal penggabungan warna merah-hijau-biru atau Red-Green-Blue (RGB) menghasilkan --> EA66EA.

Untuk Bilangan Berbasis 16 atau Bilangan Heksadesimal, angka permulaannya tetap di mulai dengan angka nol (0) yaitu: 0-1-2-3-4-5-6-7-8-9-A-B-C-D-E-F.

Sama seperti pembahasan tentang suara diatas, pada warna pun di mulai dengan angka nol (0), dan angka nol inilah yang berpotensi menjadi pengisi dunia ini dengan bermacam warna. Bukan hanya warna hitam dan putih saja, tetapi bisa bertransformasi menjadi warna pelangi, atau menjadi campuran dari bermacam kombinasi warna. Indah bukan, jika semua warna itu kita (sebagai makhluk yang kosong) yang membuatnya, maka dunia pasti penuh dengan warna-warni. Inilah yang dinamakan 'perbedaan adalah rahmat.'

Jika keduanya itu (suara dan warna) dijadikan satu dalam satu frame atau film dan kita semua (manusia) sebagai makhluk yang kosong yang mengisinya sebagai aktor/aktris yang memerankan peran antagonis atau protagonis, alangkah tercatatnya semua perbuatan baik dan buruk kita di panggung dunia ini yang nantinya hasil rekaman kita bermain di film tersebut akan di putar kembali oleh Allah di hari penghisaban kelak, apakah kita akan dimasukkan ke dalam surga yang penuh kenikmatan ataukah ke dalam neraka yang penuh kesengsaraan.

Maka dari itu, mari kita sama-sama memahami ajakan Allah dengan berproses menjadi manusia yang kosong yang mau mendengar dengan hati dan melihat dengan hati, supaya selalu membawa '3 in 1 jalan cahaya Ilahi', yaitu: Kebenaran-Kebaikan-Kemanfaatan. Semua akan tumbuh menjadi 'Satu'.

Maka benarlah firman Allah SWT:

QS. Al-Hajj (22): 46
"Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai HATI yang dengan itu mereka dapat MEMAHAMI atau mempunyai TELINGA yang dengan itu mereka dapat MENDENGAR? Karena sesungguhnya bukanlah MATA itu yang buta, tetapi yang buta, ialah HATI YANG ADA DI DALAM DADA."

Bukankah angka nol (0) itu dekat dengan angka Satu (1). Setiap manusia mempunyai 'alat penerima sinyal' di dalam dadanya dan hanya berjumlah 'Satu'. Itulah yang dinamakan 'Hati', yang bisa membedakan antara perbuatan yang benar atau salah, yang bisa memilah antara perbuatan yang baik atau buruk, serta memahami perbedaan antara perbuatan yang bisa membawa kemanfaatan ataukah kemudaratan.

Ya, hidup adalah pilihan. Hidup di dunia penuh dengan beragam pilihan. Pilihlah pilihan yang terbaik buat hidup kita sesudah mati, yaitu hidup yang kekal abadi di akhirat nanti.

Semoga kita semua bisa 'memahami dengan hati' semua ciptaan Allah yang terhampar di langit dan di bumi dan apa yang ada di antara keduanya dan juga apa yang ada pada diri manusia itu sendiri sebagai makhluk yang kosong yang penuh dengan keseimbangan.

Hanya satu yang bisa memahami dan hanya ada Satu Tuhan seluruh alam semesta.... semuanya terangkum di dalam dada setiap manusia. Ya...hanya ada 'Satu Hati'.

YouTube : Mahadewa - Satu Hati



Semoga bermanfaat....wallahu a'lam bishahwab

Salam hangat,
HNH

Ditulis @ Cileungsi Bogor - Indonesia
19 Agustus 2015

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Kontak

Jawa Barat
081807993725 / 08128111963
5667A231
08128111963
heronoor@gmail.com

Jejaring Sosial

© Copyright 2017 Hendro Noor Herbanto. Oleh Webpraktis.com | sitemap