Artikel Populer

See The Process Not The Result

See The Process Not The Result

Admin Minggu, 01 November 2015 Tulisanku
See The Process Not The Result

See The Process, Not The Result
Oleh: Hendro Noor Herbanto

Hidup kita di dunia ini hanyalah hidup yang sementara, jauh sekali bedanya dengan hidup yang kekal abadi di akhirat nanti.

Semua orang yang hidup di dunia ini pasti akan merasakan yang namanya mati sebanyak dua kali dan hidup sebanyak dua kali pula.

Sebelum kita ada dari peran orangtua kita dan terlahir dari rahim seorang ibu, kita berada dari yang dinamakan sebagai belum ada (mati), lalu terlahir ke dunia (hidup) sebagai seorang bayi, lalu balita, lalu anak-anak, lalu remaja, lalu menikah dan punya anak, lalu dewasa, lalu tua serta kemudian tiada (mati). Setelah kematian yang kedua, kita akan dibangkitkan di alam akhirat (hidup) untuk dimasukkan ke surga atau neraka akibat perbuatan baik atau buruk kita selama di dunia.

Jika sekarang ini, kita hidup pada fase hidup yang pertama setelah fase mati pertama yang sudah kita rasakan, berarti kita semua nanti tinggal merasakan fase mati yang kedua dan fase hidup yang kedua.

Ketetapan-ketetapan atau sunatullah ini (fase mati dan hidup masing-masing sebanyak dua kali) berlaku tetap pada setiap orang di seluruh dunia, sejak dahulu, sekarang pada saat anda membaca tulisan ini dan nanti pada saat kita merasakan mati yang kedua kali dan hidup yang kedua kali juga di akhirat nanti, sampai kita dikembalikan lagi kepada Allah Sang Maha Pencipta.

Pernah terbayang tidak seandainya kita bisa memilih terlahir sebagai kita yang lain. Misalnya kita terlahir dari orang tua kita yang kaya raya dari kaum bangsawan, dari bangsa Eropa yang putih kulitnya dan tinggi-tinggi badannya. Punya hidung yang mancung, dan keunggulan yang lain yang tidak ada pada diri kita sekarang ini.

Pernah terpikir tidak seandainya kita bisa memilih gaya hidup yang serba instan, tidak usah bersusah payah dalam hidup, tinggal bilang apa yang kita ingini langsung ada di hadapan kita, tidak perlu berusaha membanting tulang dan hasilnya selalu ada dihadapan kita.

Tidak ada yang namanya kesulitan dan yang ada hanya kemudahan saja, hanya dengan bermalas-malasan uang datang sendiri menghampiri, dan lain sebagainya yang membuat hidup di dunia layaknya sudah seperti di surga saja.

Pertanyaannya adalah, adakah hidup yang seperti itu? Coba kita tanyakan sejujurnya pada diri kita sendiri, ada tidak hidup yang semuanya serba instan, serba mudah dan serba hidup penuh dengan kenikmatan layaknya hidup di surga?

Apakah hidup di dunia akan selamanya? Bukannya hidup di dunia itu hanya sementara dan hidup yang abadi ada di kehidupan akhirat nanti?

Hidup itu selain berpasangan, juga berlawanan. Ya, lawannya hidup adalah mati. Semua yang hidup pasti akan merasakan yang namanya mati.

Seperti itulah sebenarnya hakikat kita hidup di dunia sekarang ini. Cobalah kita lihat, kita amati dan kita renungkan semua ciptaan Ilahi yang serba berpasangan dan serba berlawanan. Kita bisa melihat langit dan bumi atas ciptaan-Nya, merasakan pergantian malam dan siang buat beristirahat dan berusaha, merasakan suka dan duka roda kehidupan, merasakan manis dan pahit panggung kehidupan, merasakan kesulitan dan kemudahan silih berganti, dan lain sebagainya.

Bukankah kita pernah melihat/merasakan/mengamati kedua sisi kehidupan di atas tersebut. Bukankah itu semua tanda-tanda keteraturan yang dibuat secara seimbang oleh Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang?

Jika kita pernah melihat/merasakan/mengamati hal tersebut, mengapa kita masih mempertanyakan hidup kita yang sudah, sedang dan nanti terjadi? Seakan-akan kita tidak pernah bersyukur atas hidup kita sekarang ini. Seakan-akan kita tidak pernah merasa mau di uji dan di coba oleh Allah atas hidup kita sekarang ini. Seakan-akan kita ingin hidup kekal abadi di dunia selamanya, padahal udara yang kita hirup untuk bernafas-pun adalah suatu proses pembakaran menuju penuaan yang terus berlangsung sampai mati.

Bukankah hidup itu selalu berisi pilihan? Bukankah hidup itu harus dihadapi dengan semangat membara! Seperti yang para pahlawan dahulu katakan dan hanya punya dua pilihan yaitu: "Merdeka atau Mati!"

Jalani saja proses hidup ini dengan berkata yang mengandung kebenaran, dengan melakukan kebaikan dimana saja, kapan saja dan kepada siapa saja tanpa memandang suku, agama, ras dan antar golongan, dengan menghasilkan kemanfaatan bagi seluruh alam.

Ya, kita bisa kok memilih. Karena hanya kita sebagai ras manusia yang ditulari sifat berkehendak dari Allah Sang Maha Berkehendak. Kehendak ini yang tidak ada pada matahari, bumi, gunung-gunung, hewan, tumbuhan dan benda mati.

Ya, hanya kita makhluk yang menurut malaikat makhluk yang suka menumpahkan darah dan selalu berbuat kerusakan di muka bumi yang mau diberi amanah ini.

Hidup adalah seperti roda berputar. Pilihan yang kita pilih atau tidak kita pilih-pun, pasti akan terjadi pada diri kita, apakah kita memilih atau tidak memilih. Karena bumi berputar pada dirinya dan mengelilingi matahari. Seperti itulah hidup sebenarnya. Merasakan malam dan siang, merasakan suka dan duka, merasakan kesenangan dan kesulitan, merasakan posisi di atas dan posisi di bawah layaknya roda berjalan. Merasakan semua yang berpasangan dan semua yang berlawanan apapun itu namanya.

Kita maunya memilih hidup mudah, tetapi dihadapan kita kesulitan hidup yang kita alami. Sesungguhnya dibalik kesulitan, ada kemudahan. Kesulitan-pun tidak datang sendirian, ia pasti datang bersama kemudahan.

Kehendak memilih-pun masih belum tentu benar dan baik apa yang kita pilih itu, karena belum tentu yang kita pilih itu benar dan baik menurut Allah, sebaliknya belum tentu yang kita tidak pilih itu benar dan baik menurut Allah. Allah sebagaimana prasangka hamba-Ku terhadap-Ku.

Jalani saja prosesnya, karena hasil dari proses itu hanya ada dua, gagal atau berhasil. Ada kalanya kita jatuh dan kita bisa memilih untuk bangun lagi dan terus mencoba bangun dan bangkit kembali guna menghadapi ujian dan cobaan yang Allah kehendaki terjadi pada diri kita. Karena Allah ingin memilih hamba-hamba-Nya dengan proses ujian dan cobaan, dan siapa saja yang bisa melewati proses tersebut dengan sabar, ikhlas, tawakal dan tetap istiqomah, maka hamba-hamba yang terpilih itu berhak mendapatkan surga yang penuh kenikmatan.

QS. Al-Baqarah (2): 214
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.


Semoga bermanfaat....wallahu a'lam bishahwab

Salam Hangat,
Hendro Noor Herbanto
Penulis | Komposer | Praktisi Perbankan

Ditulis @ Cileungsi Bogor - Indonesia
10 April 2015

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Kontak

Jawa Barat
081807993725 / 08128111963
5667A231
08128111963
heronoor@gmail.com

Jejaring Sosial

© Copyright 2017 Hendro Noor Herbanto. Oleh Webpraktis.com | sitemap